Di Bawah flyover Bogeg Menuju Arah Lampu Merah Parung di Sepanjang Jalan di Padati Mobil Truk Tronton dan Dumtruk

oleh
Mobil mobil tronton dan Dumtruk mangkal di bahu jalan Dengan muatan berkapasitas dengan puluhan tonase

Serang kota Compaskotanews.com – Hilir mudik di kota serang sudah pemandangan biasa dengan bermacam kendaraan, tapi ada yang membuat risi dengan jejeran mobil truk yang berbadan lebar dan tinggi banyak mangkal di bahu jalan sekitar jambatan bogeg atau flayover yang baru delapan bulan di resmikan jajaran Gubernur babren dan pemerintah pusat.

Bukan sampai di situ banyak pula mobil truk yang berkapasitas muatan puluhan ton pada mangkal di daerah wod galih parung kelurahan kalodran kec walantaka kota serang, “di sini ada beberapa oknum masyarakat wot galih yang memanfaatkan bahu jalan untuk parkiran mobil truk dan tronton di inapkan di pinggir jalan dengan uang jasa parkir sekitar 50,000 – 100.000 2×24 jam,papar Nn yang biasa nongkrong di situ dan ada beberapa awak media menyoroti, termasuk media online Comoas kota news.com tetntang karap terjadi nya tempat mobil mobil berbadan lebar nginap di bahu jalan raya tersebut, tentunya ada penyempitan para pengguna jalan umum dan ada kerugian pemerintah dalam penempatan parkir nginap di bahu jalan, itu membuat ada yang di rugikan seperti pemerntah pusat, dengan kerusakan jalan akibat amblas nya bahu jalan sehingga sering ada nya perbaikan jalan yang amblas dan bergelombang akibat mobil parkir nginap dari bobot tonase yang begitu beban berat.

Parkir di bahu jalan arah Serang – Jakarta

DIshub kota serang dan provinsi Banten saling mengklaim ada nya kesemerawutan dan kemacetan jalan nasional dan jalan provinsi yang arah flayover jembatan bogeg kira nya harus ada tindakan tegas dari dinas dishub Provinsi banten dan satlantas polresta kota serang dan polda Banten untuk bisa melarang kepada para sopir Dumtruk atau tronton yang hilir mudik membawa hasil galian pasir dan tanah dari lokasi cirongge kota serang dan daerah kecamatan pabuaran kebupaten serang yang setiap hari melalui jalan syech Nawawi Al bantani dan parkir Seenak nya di bahu jalan yang membuat penyempitan jalan dan sangat riskan terjadi nya kecelakaan lalunitas.

BACA JUGA :  Dua Pelaku Maling Motor di Pandeglang Terekam CCTV, 2 Pelaku Ditangkap
Penumpukan bus di pinggir jalan mengakibatkan penyempitan jalan

Kota serang yang menjadi Ibu kota Provinsi Banten tentu nya pemerintah Provinsi Banten harus dapat memberikan perhatian khusus kepada pemerintah kota serang dalam penanganan Lalin (lalu lintas) di wilayah kota serang dari kemacetan, penyempitan jalan kota, jalan Provinsi dan jalan negara yang melintasi jalur kota serang, di tambah angkutan kota yang sampai saat ini bercampur baur dengan angkutan luar daerah seperti angkutan dari kabulaten pandeglang, dari padarincang, dari petir dan dari cilegon yang sampai detik ini pengaturan trayek angkot tidak ada pembenahan secara khusus di wilayah kota serang.”dishub kota serang tidak ada kewenangan terkait kemacetan di luar terminal pakupatan karena itu ranah dishub pusat,imbuh Roni sekdis dishub kota serang.

Angkot kota serang kosong dari penumpang karena pengaturan trayek tumpang tindih

Di tambah kemacetan di sepanjang jalan pakupatan – menuju kemang kota serang di dominasi angkutan bus yang mangkal di sepanjang jalan tersebut sampai masuk pintu tol serang timur atau sekitar kemang depan Gerbang pintu KSB ( kota serang baru) yang kerap mobil mobil bus itu berebut penumpang di luar terminal pakupatan sehingga sering terjadi kecelakaan akibat ada nya penyempitan jalan. (toni f)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *