Tujuh Keutamaan sedekah di dalam Islam

oleh

“Fuad Abdurahman dalam buku Kehebatan Sedekah menjelaskan, terdapat sedekah yang paling utama jika dilaksanakan dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridho Allah.”

Serang kota Compas kota news.com – Berikut jenis sedekah sesuai dengan tingkat keutamaanya:

Sedekah kofiyyah
Sedekah khofiyyah adalah sedekah yang tersembunyi. Nama lain dari sedekah ini adalah sedekah sir yang artinya rahasia. Sedekah ini menempati urutan pertama karena yang mengamalkannya semata-mata hanya mengharap ridho Allah.

Ganjaran yang diperoleh dari sedekah khofiyyah adalah dihapuskannya seluruh dosa, seperti yang dijelaskan dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 271:

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya: Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.

Sedekah dalam keadaan sehat
Sedekah yang diberikan ketika dalam keadaan sehat lebih utama dari pada sedekah ketika sedang sakit atau dalam bentuk wasiat setelah meninggal. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Anas ra:
“Seorang laki-laki menemui Rasulullah, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Rasulullah menjawab, “Engkau bersedekah dalam keadaan sehat, sangat menyayangi harta, takut miskin, dan mengharapkan kekayaan. Janganlah engkau menunda-nunda amalan itu. Ketika ruh sampai di tenggorokan barulah engkau berwasiat: untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian. Padahal, waktu itu kekayaan sudah menjadi hak ahli waris”.”

Sedekah dari kelebihan harta
Sedekah yang paling utama selanjutnya adalah sedekah yang dilakukan ketika kebutuhan sehari-harinya sudah terpenuhi dan masih mempunyai kelebihan harta. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 219 yang artinya:
“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “Yang lebih dari keperluan. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya supaya kamu berpikir.”
Senada dengan ayat tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Hai anak Adam, jika engkau memberikan kelebihan hartamu, itu lebih baik bagimu. Tetapi bila engkau menahannya, akan berbahaya untukmu. Engkau tidak akan tercela atas kesederhanaanmu. Dahulukanlah orang-orang yang menjadi tanggunganmu dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Muslim)

BACA JUGA :  Wali Kota Serang Syafrudin Apel Pagi Peringati Hari Perhubungan Nasional Tahun 2023, di Halaman Terminal Cipocok Jaya Kota Serang

Sedekah sesuai dengan kemampuan
Sedekah sesuai dengan kemampuan termasuk sedekah yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah sesuai dengan kemampuan. Dan dahulukan orang-orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Abu Dawud)

Sedekah walau sedikit tapi sesuai dengan kemampuan lebih baik daripada sedekah banyak tapi dipaksakan. Hal ini juga berlaku untuk amalan saleh lainnya.
Sedekah kepada keluarga
Memberi nafkah kepada keluarga merupakan bentuk sedekah yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang Muslim berinfak atau menafkahi keluarganya semata-mata mengharap ridho Allah, hal itu termasuk amalan sedekah yang dicintai Allah.” (HR. Muslim)
Ilustrasi sedekah kepada keluarga.

Sedekah kepada orang-orang terdekat
Sayyid Sabiq dalam buku Fikih Sunnah-Jilid 2 menjelaskan, sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada orang-orang terdekat, seperti kerabat dan tetangga. Seperti yang tertulis dalam hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda:
“Bersedekah kepada orang miskin adalah salah satu sedekah dan kepada kerabat ada dua kebaikan yaitu sedekah dan silaturahmi.”

Sedekat kepada kerabat yang memusuhi
Rasulullah juga menganjurkan kepada umat Muslim.

Bersedekah kepada kerabat yang memusuhi kita. Amalan ini menjadi bentuk sedekah yang paling utama.
Sebagaimana hadits yang dikutip dari buku Berlomba Menuju Surga oleh Khalid Abu Syadi dan Fathurrahman, Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada dzawil arham (orang yang mempunya hubungan darah) yang menyimpan kebencian terhadapnya dan dilakukan secara tersembunyi” (HR. Thabrani dan Abu Dawud)
Tujuan bersedekah kepada kerabat yang membenci kita adalah agar mereka tidak memusuhi lagi. Selain itu, diharapkan juga agar mereka sadar bahwa sesama umat Muslim tidak boleh saling memusuhi.
Allah melaknat mereka yang memutus tali silaturahmi. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Muhammad ayat 22-23 yang berbunyi:

BACA JUGA :  Tim Resmob Polres Serang Gulung 16 Penadah hasil Curanmor, 2 Pelaku Terpaksa Dilumpuhkan Timah Panas

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ
Artinya: Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah; lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya. (tf)

Semoga bermafaat…. Aamiin, terus berkarya “Aje kendor”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *