Cegah Stunting Kelurahan Priyayi Gelar Program Sosialisasi Untuk Berprilaku Sehat

oleh
Warga Masyarakat kelurahan Priyayi menghadiri program pencegahan terhadap Gizi buruk atau stunting

Serang Kota, Compas kota news.com – Cegah Stunting
pemenuhan gizi, terutama pada seeibu hari pertama kehidupan, menjadi upaya pertama dalam menghindari stunting. Pemenuhan gizi tersebut meliputi gizi selama kehamilan dan masa kanak-kanak hingga usia dua tahun. Kesehatan ibu hamil dan anak juga harus dijaga dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga mengurangi kekerapan terjadinya infeksi pada ibu hamil dan masa kanak-kanak.

Pemantauan tumbuh-kembang anak secara berkala juga perlu dilakukan, baik sejak dalam kandungan, setiap bulan setelah kelahiran hingga berusia dua tahun, kemudian 6–12 bulan setelah berusia dua tahun, agar dapat segera dideteksi bila terjadi keterlambatan pertumbuhan untuk diintervensi.

“Perlu juga di ingat bahwa semua zat gizi penting untuk pertumbuhan, terutama protein, dan mikronutrien antara lain zinc, yodium, zat besi, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, asam folat. Kebutuhan energi harus tercukupi agar protein tidak dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh tubuh dan bisa digunakan untuk pertumbuhan. Selain jumlah yang cukup, perlu diperhatikan kualitas dan keberagaman jenisnya agar zat gizi yang terdapat dalam makanan lengkap sesuai kebutuhan,” terang Gita.

Warga sangat antusias mendengarkan paparan dari Gita selaku ahli gizi di puskesmas Kikasah

Penanganan stunting di Indonesia saat ini memang tidak mudah. Banyaknya faktor yang mempengaruhi menjadi tantangan dalam program pengentasan stunting. Sebuah penelitian terbaru mendapatkan bahwa tinggi badan ibu merupakan salah satu faktor yang berperan dalam kejadian stunting.

“Mengingat nutrisi 1.000 hari pertama kehidupan dibutuhkan sejak awal kehamilan, sementara kita tidak dapat mengetahui kapan tepatnya kehamilan terjadi, maka ada baiknya kebutuhan zat gizi di sepanjang masa kehidupan perlu diperhatikan. Oleh karena itu perlu dilakukan intervensi gizi pada remaja putri, karena masa remaja merupakan masa pertumbuhan cepat terakhir sebelum dewasa, agar mencapai tinggi badan optimal. Selain itu diperlukan juga intervensi gizi sejak seorang perempuan dengan tinggi badan kurang dari 150 cm menikah agar asupan zat gizi anaknya terpenuhi sejak awal kehamilan,” Imbuh Gita

BACA JUGA :  Pada Pagelaran Pentas Kampung Seni yang Ke 2 Kurmacil dengan Bangga Bisa Suguhkan Setumpuk Prestasi Kepada Wali Kota Serang Syafrudin

“Hidup sehat itu wajib di lakukan baik dari lingkungan tempat tinggal juga harus bersih, pola makan harus banyak konsumsi sayur mayur, Cuci tangan sebelum makan, mandi sehari dua kali, ini penting di lakukan Bapak Ibu warga Masyarakat Priyayi agar kita semua terbebas dari Gizi buruk atau stunting yang akan menghambat pertumbuhan kepada Anak anak kita, maka upayakan untuk hidup berprilaku sehat sehari hari, “Tutup Neneng. (toni/Ckn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *