Inilah 5 Negara yang krisis Populasi Penduduk nya, Negara Mana Saja?

oleh

Lima negara yang siap menganggarkan dana untuk membayar kepada penduduk baru yang siap tinggal di 5 negara tersebut.

Jakarta | Compaskotanews.com – Krisis populasi menjadi salah satu masalah yang sedang terjadi di beberapa negara, seperti China, Jepang, hingga Korea Selatan. Mereka mengalami penurunan angka kelahiran yang signifikan.
China yang sebelumnya dikenal sebagai negara dengan populasi terbanyak di dunia, kini mengalami penyusutan populasi hingga posisinya digeser oleh India.

Adapun penurunan angka kelahiran tersebut disebut-sebut berhubungan dengan ‘resesi seks’. Konsep ‘resesi seks’ pada dasarnya dipahami sebagai penurunan frekuensi berhubungan seks. Dalam hal ini, penurunan frekuensi tersebut berkaitan dengan penurunan jumlah

Meski begitu, resesi seks bukanlah salah satu-satunya pemicu penurunan angka kelahiran. Beberapa faktor lainnya berupa pilihan untuk childfree, keberhasilan program keluarga berencana, atau kebijakan perencanaan kehamilan yang menurunkan angka kelahiran di suatu wilayah.

Selain itu beberapa negara lainnya yang bukan Asia juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah yang sama. Bahkan ada beberapa negara yang rela memberikan sejumlah uang kepada pendatang agar mau pindah ke negaranya.

Dikutip dari Expatriate Healthcare, berikut informasinya.

Amerika Serikat
Beberapa negara bagian di Amerika Serikat menawarkan uang untuk pekerja yang mau tinggal di negaranya. Misalnya, Tulsa, Oklahoma, menawarkan hibah hingga 10.000 dolar AS atau setara 147 juta kepada pekerja jarak jauh untuk tinggal dan bekerja di kota.

Selain itu di Topeka, Ibu Kota Kansas, di Midwest, juga menawarkan dana hingga 15.000 dolar AS (Rp 221,3 juta) pada pendatang baru yang akan dipekerjakan di wilayahnya atau pekerja jarak jauh yang dibayar hingga 5.000 dolar (74 juta). Syaratnya adalah pelamar harus membuktikan bahwa mereka sudah menyewa atau membeli properti di Topeka dan menjadi tempat tinggal utama.

BACA JUGA :  Rumah Penampungan 24 Korban TPPO Di Lampung Diduga Milik Anggota Polri, Ini Penjelasan Polri

Spanyol
Banyak kota kecil di Spanyol mengalami penurunan populasi, dengan penduduk muda yang memilih untuk pindah ke kota yang lebih besar. Ini telah mendorong beberapa kota kecil di Spanyol untuk menawarkan insentif kepada orang asing, mendorong mereka untuk tinggal dan bekerja di sana.

Salah satu tempat tersebut adalah Ponga, sebuah desa kecil dengan sekitar 500 penduduk di wilayah pegunungan Spanyol utara. Ponga menawarkan pasangan muda 3.000 euro atau setara 48 juta untuk pindah ke sana selama lima tahun.

Jika Anda pindah dengan anak-anak atau memiliki anak saat tinggal di Ponga, Anda akan menerima tambahan 3.000 euro per anak.

Yunani
Yunani adalah negara yang telah mengalami penurunan populasi secara nasional selama beberapa tahun terakhir, dengan penurunan yang stabil sejak 2010 yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2050. Untuk mengatasi penurunan ini, satu pulau di Yunani menawarkan insentif untuk mendorong pendatang baru.

Antikythera adalah sebuah pulau di selatan daratan Yunani dan barat laut Kreta. Gereja Ortodoks Yunani di pulau itu telah memperkenalkan rencana untuk membayar keluarga yang pindah ke sana.

Penduduk baru akan menerima rumah dan sebidang tanah dan akan dibayar 500 euro atau sekitar 8,1 juta setiap bulan selama tiga tahun pertama mereka tinggal di sana. Pulau ini menjanjikan kehidupan pedesaan yang damai, dengan pantai yang indah dan iklim Yunani yang indah.

Italia
Italia mengalami penurunan populasi yang sama seperti Yunani dan Spanyol, sehingga berbagai daerah menawarkan insentif mereka sendiri untuk mendorong penduduk baru dan meningkatkan populasi dan ekonomi lokal.

Candela adalah kota kecil di tenggara Italia dengan sekitar 2.700 orang. Ini adalah salah satu kota teraman di Italia dan memiliki arsitektur Italia klasik yang cantik.

BACA JUGA :  Komite Advokasi Daerah Banten serahkan Rekomendasi ke Penjabat Gubernur Banten

Candela menawarkan 800 euro (Rp 12,9 juta) untuk orang lajang, 1.300 euro (Rp 21 juta) untuk pasangan, dan 2.000 euro (Rp 32,3 juta) untuk keluarga yang pindah ke desa. Agar memenuhi syarat, pendatang baru harus menyewa properti di Candela tempat mereka ingin tinggal penuh waktu, dan juga mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan setidaknya 7.500 (Rp 121,3 juta) per tahun.

Beberapa kota di Sisilia juga menawarkan pendatang baru kesempatan untuk membeli properti seharga 1 euro atau Rp 16 ribu. Sebagai imbalannya, penghuni baru harus merenovasi properti dan membayar uang jaminan sekitar 5.000 (Rp 81,1 juta), yang akan dibayarkan kembali setelah renovasi selesai.

Chili
Chili telah mendorong bisnis baru untuk dibangun di negaranya semenjak tahun 2016. Melalui program Startup Chile, pendatang bisa mendaftar salah satu dari tiga program yang ditawarkan yaitu Build, Ignite, dan Growth.

Build digunakan untuk startup baru dan merupakan program empat bulan untuk membantu meluncurkan bisnis baru. Dengan program ini, startup baru akan menerima dana 14.000 dolar AS (Rp 206,4 juta) dan visa tinggal selama 1 tahun.

Sedangkan program Ignite akan menawarkan bisnis 30.000 dolar AS (Rp 442,4 juta) dan program Growth ditujukan untuk bisnis yang lebih matang dan menawarkan pendanaan hingga 80.000 dolar AS (Rp 1,1 miliar).

(Tf/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *