LSM MTB (Macan Tunggal Banten) Angkat Bicara Terkait Adanya Pedagang Kaki lima Di Tengah Bunderan Perempatan Gunung Sari

oleh

Serang Kabupaten, 28 Januari 2024 || Compaskotanews.com — Pemprov Banten terus membangun jalan raya Takari (Taktakan Gujung Sari) dari tahun ke tahun, dengan fokus pembangunan betonisasi pada tahun 2023 dari Jakung hingga perbatasan TPA Cilowong. Proyek ini, mencapai nilai investasi sebesar Rp 10,53 miliar untuk jalan kawasan, Rp 14,92 miliar untuk jalan penghubung antar blok, dan Rp 4,59 miliar untuk jalan menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH), seperti dilaporkan oleh laman RB.

Meskipun pembangunan ini merupakan langkah positif, LSM MTB (Macan Tunggal Banten) Sapturi Ra’is menyuarakan keprihatinannya. Menurutnya, upaya pelebaran jalan dan betonisasi tidak diimbangi dengan perawatan yang memadai. Terutama di daerah Gunung Sari, pemerintah kecamatan diharapkan lebih proaktif dalam menjaga keindahan lingkungan. Saat ini, kondisi bundaran perapatan Gunung Sari terlihat kumuh, akan merugikan citra kepada para wisatawan yang melintas ke kawasan wisata Anyer.

Sapturi Ra’is mendesak pemerintah Kecamatan Gunung Sari untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan. Dia menyoroti keberadaan gubuk dan pedagang kaki lima di tengah jalan, khususnya di area bundaran perapatan Gunung Sari. Dengan tegas, Sapturi menegaskan perlunya peran aktif perangkat Desa dan Camat untuk menata rapih lingkungan dan menghindari keluhan para wisatawan.

Sebagai upaya mewujudkan kebersihan dan tatanan lingkungan yang baik, Sapturi Ra’is menyatakan niatnya untuk segera berbicara dengan perangkat Desa dan Camat terkait permasalahan ini. Dia mengecam praktik pungutan yang diduga dilakukan oleh oknum Desa dan Kecamatan Gunung Sari, yang diyakini merugikan pedagang namun tidak diungkapkan secara spesifik.

Dalam pantauan Compaskotanews.com, beberapa pedagang di area bundaran mengonfirmasi adanya pungutan bulanan oleh oknum Desa dan Kecamatan, meskipun nilai pastinya tidak diungkapkan secara terperinci. Sebuah tantangan nyata bagi pemerintah daerah, untuk menjaga kemajuan pembangunan sejalan dengan perawatan dan tata kelola lingkungan yang baik.

BACA JUGA :  Kejati Banten Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 51 M dari Sengketa Sekolah di Tangerang

(Tf/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *