Yenny Wahid Angkat Suara: KPU Terkena Sanksi Etik dan Moral, Apakah Capresnya Masih Layak Dipilih?

oleh

Jakarta || Compaskotanews.com — Ketua dan beberapa anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah dikenai sanksi oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait pelanggaran etika terkait pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Yenny Wahid, anggota Dewan Penasihat Tim Penggerak Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, memberikan tanggapannya terhadap masalah ini.

Yenny menyatakan bahwa sanksi yang diberikan oleh DKPP kepada KPU RI menyoroti pentingnya prinsip etika dalam kehidupan. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran etika tidak boleh dianggap remeh, mengingat etika adalah landasan bagi perilaku manusia.

Pada acara Konsolidasi Barisan Penggerak Desa TPN Ganjar Pranowo-Mahfud Md di Kota Pasuruan, Yenny Wahid menegaskan bahwa kehidupan manusia dibangun atas dasar etika. Ia menyoroti pentingnya aturan main yang berlandaskan etika yang telah disepakati bersama.

“Jika etika diabaikan, apa yang akan menjadi pedoman kita dalam kehidupan? Keputusan DKPP menunjukkan adanya pelanggaran serius terhadap moral dan etika yang harus dikoreksi untuk memastikan kehidupan masyarakat ke depan tetap berlandaskan pada etika dan moralitas,” ujarnya.

Meskipun keputusan DKPP tidak mengubah status Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden, Yenny Wahid menegaskan bahwa secara moralitas, keputusan tersebut telah cacat. Dia menyatakan bahwa walaupun keputusan itu tetap, tetapi secara etika, sudah ada cacat moral yang perlu diperhatikan.

Sebelumnya, DKPP menjatuhkan sanksi berupa peringatan keras kepada Ketua dan anggota KPU RI terkait proses pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2024. Meski demikian, sanksi ini tidak berdampak pada status pencalonan Gibran sebagai cawapres bersama Prabowo Subianto.

Pernyataan Yenny Wahid ini menyoroti pentingnya prinsip etika dalam proses demokrasi dan pemilihan umum. Masyarakat diingatkan akan pentingnya menjunjung tinggi etika dan moralitas dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam proses politik dan pemilihan pemimpin.

(Ckn/red)

BACA JUGA :  Pembukaan RTK PMII UIN SMH Banten Ke-XXIV Resmi di Buka, Zidni : Buatlah Forum Rapat Ini Sebagai Evaluasi Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *