Beras Kemasan 5 Kilogram Hilang dari Pasaran, Warga Kota Majalengka Terpaksa Mencari dan Beli Beras Impor

oleh

Cirebon || Compaskotanews.com — Minimarket dan Swalayan Kosong, Pasokan Beras Menipis
Beras kemasan 5 kilogram menghilang dari pasaran, meninggalkan warga Kota Majalengka tanpa pilihan selain mencari beras impor. Informasi dari minimarket di Kota Majalengka mengungkapkan bahwa pasokan beras telah terhenti selama hampir dua pekan, meninggalkan rak-rak kosong di hampir semua minimarket dan swalayan.

Penyediaan Beras Impor dari Filipina sebagai Alternatif
Dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen, pedagang beras di pasar tradisional telah beralih ke penyediaan beras impor dari Filipina. Penyediaan ini telah dilakukan sejak lama, sebagai cadangan apabila pasokan beras lokal habis.

Kualitas dan Harga Beras Impor
Beras impor dari Filipina diklaim memiliki kualitas yang baik oleh pedagang dan konsumen. Meskipun impor, beras tersebut memiliki harga yang setara dengan beras lokal kualitas medium, sekitar Rp 16.000 per kilogram.

Pasokan Beras Menurun Drastis
Para pedagang mengeluhkan penurunan drastis dalam pasokan beras lokal. Biasanya menerima kiriman 1 ton beras seminggu, kini hanya mendapat sekitar 3 kwintal. Penurunan ini disebabkan oleh sulitnya mendapatkan gabah.

Kelangkaan Gabah Membuat Pabrik Berhenti Operasi
Pemilik pabrik penggilingan beras di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, mengungkapkan bahwa pabriknya telah berhenti beroperasi selama seminggu karena kekurangan pasokan gabah. Pengiriman dari tengkulak juga terhenti karena sulitnya mencari gabah.

Harapan terhadap Intervensi Pemerintah
Para pelaku usaha berharap agar pemerintah dapat melakukan intervensi untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan memfasilitasi petani dalam panen gabah, sehingga pasokan beras dapat dipulihkan.

Proyeksi Masa Depan
Dengan sulitnya mendapatkan gabah dan masa panen yang masih jauh, para pedagang dan produsen beras khawatir bahwa kelangkaan ini akan berlanjut dalam waktu yang cukup lama. Beberapa memperkirakan bahwa situasi sulit ini mungkin akan berlangsung hingga April atau bahkan Mei mendatang.

Dengan kelangkaan beras lokal dan sulitnya mendapatkan gabah, warga Kota Majalengka terus mencari alternatif impor untuk memenuhi kebutuhan beras mereka. Di tengah harapan akan intervensi pemerintah, situasi ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor pertanian.

BACA JUGA :  6 Besar Caleg Suara Terbanyak di Dapil Kota Serang Pileg DPRD Banten, Ada Anak Mantan Wali Kota Serang, Real Count KPU Sementara

(Tf/Ckn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *