Provinsi Banten Menyumbang 7,19 Ribu Ton Sampah Setiap Hari: Inilah Daerah Terbesar Penyumbang Sampah di Provinsi Banten

oleh

Serang Kota, 14 Maret 2024 || Compaskotanews.com —
Provinsi Banten kembali menjadi sorotan dengan volume sampah yang mencengangkan. Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, pada tahun 2022, Provinsi Banten menghasilkan sekitar 7,19 ribu ton sampah setiap harinya.

Menurut Kepala Bidang Pengolahan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Ruli Rianto, volume sampah tersebut menjadikan Provinsi Banten sebagai salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia, dengan total timbulan sampah mencapai 2,62 juta ton, menjadikannya sebagai yang terbesar kelima di Indonesia.

Dalam rincian data tersebut, Kabupaten Tangerang menjadi daerah terbesar penyumbang sampah di Banten, menyumbang sebanyak 841,49 ribu ton, atau setara dengan 32,02 persen dari total sampah di Provinsi Banten. Disusul oleh Kota Tangerang dengan 504,25 ribu ton sampah, Kabupaten Serang 414,58 ribu ton, dan Kota Tangerang Selatan dengan 355 ribu ton.

Sementara itu, Kabupaten Lebak mencatatkan 215,88 ribu ton sampah, dan Kota Serang 213,464 ribu ton. Kota Cilegon menjadi daerah dengan volume sampah terendah di Provinsi Banten, dengan hanya 83,16 ribu ton sampah.

Data juga menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang masih menjadi daerah dengan timbulan sampah harian terbanyak, mencapai 2.305,47 ton per hari. Diikuti oleh Kota Tangerang dengan 1.381,53 ton per hari, Kabupaten Serang 1.135,84 ton per hari, dan Kota Tangerang Selatan dengan 972,63 ton per hari.

Meski begitu, Kabupaten Lebak mencatatkan 591,47 ton sampah per hari, Kota Serang 584,83 ton per hari, dan Kota Cilegon 227,86 ton per hari, sebagai upaya untuk mengurangi volume sampah harian.

BACA JUGA :  Jaga Kondusifitas Selama Ramadhan, Sat Reskrim Polres Lebak Laksanakan Patroli Kring Serse Di Wilayah Lebak

Namun, data untuk tahun 2023 masih belum tersedia, karena belum semua kabupaten/kota di Banten mengisi SIPSN. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah untuk menyediakan data yang akurat dalam pengelolaan sampah.

Provinsi Banten tentu memiliki tantangan besar dalam mengelola sampahnya, dan upaya kolektif dari seluruh pihak menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini. Diperlukan langkah-langkah konkret dan inovatif dalam pengelolaan sampah, serta kesadaran masyarakat untuk meminimalkan timbulan sampah agar dapat menjaga lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

***Ckn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *