Bupati Serang Fokus Raih Penghargaan, Namun Persoalan Sampah Menggunung di Kecamatan Ciruas dan Kibin Dibiarkan

oleh

Soal tumpukan sampah bukan cuma di Pasar Ciruas, dekat jembatan Ciujung juga serupa. Mirisnya tumpukan sampah di beberapa titik sejak Ciruas sampai Cikande berada di tepi jalan raya.

Serang Banten || Compaskotanews.com —
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, baru-baru ini meraih berbagai penghargaan termasuk penghargaan tertinggi bidang pertanian, Satyalancana Wira Karya, dari Presiden Joko Widodo atas prestasinya dalam program pertanian tahun 2023.

Namun, di tengah prestasi tersebut, persoalan serius menimpa wilayah Kecamatan Ciruas, terutama di Pasar Ciruas. Warga sekitar mengeluhkan penumpukan sampah yang menggunung hingga ke badan jalan, menyebabkan bau menyengat dan mengganggu kesehatan.

Bupati Serang tampaknya acuh terhadap masalah ini. Upaya konfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp kepada Bupati dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang tidak mendapat respons.

Seorang warga, Reisya Affrilliana, bahkan mengunggah video di TikTok menyuarakan keluhannya terhadap kondisi Pasar Ciruas yang mirip dengan tempat pembuangan sampah. Dia menyoroti bahaya kesehatan dan bau tak tertahankan yang dihasilkan.

Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Serang, Bintang Dwi Cahyo, mengecam sikap Bupati Serang yang tidak responsif terhadap keluhan masyarakat. Dia menegaskan bahwa sebagai pemimpin pemerintahan, Bupati seharusnya mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Persoalan sampah di Kecamatan Ciruas telah menjadi perhatian berbagai media lokal. Bintang menekankan perlunya langkah konkret dari Pemerintah terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

Dia juga menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dalam menangani masalah sampah di Pasar Ciruas serta menegaskan pentingnya tanggung jawab pengelola pasar dalam hal ini.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), setiap aktivitas yang menghasilkan limbah harus memiliki dokumen lingkungan yang menjadi acuan untuk izin usaha. Pengelola Pasar Ciruas bisa terancam kehilangan izinnya jika melanggar aturan pengelolaan limbah.

BACA JUGA :  Desa Baros Kabupaten Serang Alokasikan Dana Banprov Untuk Rehab Kantor

Tidak hanya di Pasar Ciruas, penumpukan sampah juga terjadi di beberapa wilayah lain di Kecamatan Ciruas seperti Pinggir Jalan Nasional Kampung Nambo, Desa Kaserangan, dan Kampung Kubangawan, Desa Citerep.

Situasi ini menunjukkan perlunya tindakan segera dari Pemerintah Kabupaten Serang untuk menangani persoalan sampah yang telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat.

*** Ckn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *