Pekat-IB Banten Adakan Seminar Nasional Bahas Mutu Pendidikan dan Implementasi Kurikulum di Banten

oleh

Serang Kota, 05 Juni 2024 || Compaskotanews.com – Ketua DPW Pembela Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat-IB) Provinsi Banten, DR. H. Suherna, SP, M.Si, secara resmi membuka seminar nasional yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banten, Kota Serang, pada Kamis (05/06/2024).

Dalam sambutannya, DR. H. Suherna menegaskan komitmen Pekat-IB Banten untuk memajukan pendidikan di wilayah tersebut. Seminar nasional yang digelar ini mengusung tema “Ragam Kurikulum dan Implementasinya”, dengan fokus pada perkembangan dan tantangan dalam pelaksanaan kurikulum di Indonesia sejak tahun 2013 hingga kini.

DR. H. Suherna menyoroti bahwa meski konsep Merdeka Belajar yang diinisiasi oleh Mendikbud dan Medikti telah diimplementasikan, penerapannya masih kurang optimal. Pekat-IB menjadikan ini sebagai fokus utama untuk memahami dampak serta merumuskan kebijakan yang lebih efektif bagi pendidikan di Banten.

Dalam seminar tersebut, berbagai aspek pendidikan dibahas, termasuk rekomendasi bagi Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Evaluasi penerapan Merdeka Belajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA hingga perguruan tinggi, menjadi sorotan utama.

DR. H. Suherna menekankan pentingnya praktik di luar kelas bagi siswa SMA dan mahasiswa, meskipun kurikulum Merdeka Belajar sudah menargetkan konten intra kurikuler. Pekat-IB Banten berkomitmen mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah ini.

Seminar ini bertujuan mengupas dan mendiskusikan berbagai isu pendidikan yang dihadapi oleh Banten. Kehadiran para pakar diharapkan dapat memberikan rekomendasi konstruktif untuk kemajuan pendidikan di provinsi tersebut.

Acara dipandu oleh Dail Ma’ruf, M.Pd, dengan menghadirkan empat narasumber dari berbagai kalangan, yakni akademisi, pemerintah daerah, dan tokoh pendidikan Banten. Mereka adalah Prof. DR. Yudi Yuniardi, M.Pd, H. Tabrani, M.Pd, Prof. DR. Naf’an Tarihiran, M.Pd, dan Usep Ahyar, M.Si.

BACA JUGA :  Cilegon Terkaya Nomor 4, Berikut 10 Daftar Kota Terkaya Di Indonesia

Para peserta seminar terdiri dari pengurus DPD IWO-I Kota Serang dan Kabupaten Serang, jajaran DPW Pekat-IB Provinsi Banten, PBNU, DR. Syahbudin, Arti Pena Banten, Terumbu Banten, mahasiswa Untirta, serta MA Nurul Basmalah Kota Serang.

Kabid SMA Provinsi Banten, Bayuni, mengumumkan adanya perubahan dalam sistem PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk tahun ini. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada lagi “titipan” Kartu Keluarga (KK) untuk memprioritaskan zonasi terdekat. “Kami akan terus berusaha menerapkan peraturan PPDB dengan meningkatkan prioritas penerimaan siswa sebanyak 60 persen dari warga terdekat sekolah, sisanya baru dialokasikan untuk jalur lainnya,” jelas Bayuni.

DR. H. Suherna berharap melalui seminar ini, para pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk menghasilkan kebijakan pendidikan yang lebih baik. Fokus utama Pekat-IB adalah memastikan bahwa semua anak di Banten mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.

Sesi tanya jawab dalam seminar tersebut berjalan dengan interaktif. Para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang aktif memberikan masukan dan pertanyaan kepada para narasumber.

Prof. DR. Yudi Yuniardi, salah satu narasumber, menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan. “Pendidikan harus adaptif dengan perkembangan zaman. Kurikulum harus terus dievaluasi dan disesuaikan agar relevan dengan kebutuhan siswa dan dunia kerja,” ujarnya.

H. Tabrani, M.Pd, menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat krusial dalam implementasi kebijakan pendidikan. “Kerjasama antara pemerintah dan lembaga pendidikan harus ditingkatkan untuk memastikan setiap kebijakan dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan,” katanya.

Prof. DR. Naf’an Tarihiran juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan. “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga masyarakat luas. Semua pihak harus berperan aktif,” tuturnya.

Usep Ahyar, M.Si, menyampaikan bahwa evaluasi berkelanjutan sangat diperlukan. “Setiap kebijakan harus dievaluasi secara berkala untuk mengetahui efektivitasnya dan melakukan perbaikan yang diperlukan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Mentri Perdagangan Zulkifli Hasan Merevisi Permendag No 50 Thn 2020 dan Melarang Jualan di social commerce, khususnya TikTok Shop.

Seminar ini diharapkan menjadi titik awal bagi perubahan positif dalam sistem pendidikan di Banten. Dengan komitmen dan kolaborasi berbagai pihak, Pekat-IB Banten optimis dapat mewujudkan pendidikan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

(Toni f/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *