Akibat Dari Pergaulan Bebas dan Hamil di Luar Nikah: Banyak Remaja Kota Serang Nikah Dini

oleh

Serang Kota || Compaskotanews.com — Maraknya pergaulan seks bebas di Kota Serang menyebabkan banyak remaja yang mengajukan pernikahan dini akibat hamil di luar nikah. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah setempat.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang mencatat banyak remaja yang mengajukan pernikahan dini sebelum usia 19 tahun. Catatan ini mengungkapkan masalah sosial yang perlu ditangani dengan serius oleh berbagai pihak.

Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan, menyampaikan bahwa pada tahun 2023, terdapat 24 pasangan yang mengajukan permohonan nikah dini ke Pengadilan Agama. Dari jumlah tersebut, 15 pasangan disetujui, satu ditolak, tiga dicabut, dan tiga lainnya gugur karena tidak memenuhi syarat.

“Sebanyak 15 pasangan disetujui oleh Pengadilan Agama Serang karena alasan tertentu,” ungkap Anthon pada Jumat, 5 Juli 2024. Ia menambahkan bahwa beberapa alasan disetujuinya permohonan nikah dini tersebut termasuk usia yang mendekati 19 tahun dan hubungan yang sudah terlalu dalam.

Menurut Anthon, salah satu alasan utama adalah hubungan yang terlalu dalam atau kehamilan di luar nikah. “Kami menyebutnya hubungan terlalu dalam sehingga disetujui lah permohonan dari pasangan tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dibandingkan tahun 2021 dan 2022, angka pernikahan dini di Kota Serang tahun ini terbilang cukup tinggi meski mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. “Pada tahun 2022 ada sekitar 50-an permohonan, dan pada tahun 2021 juga sekitar 50-an. Tahun 2023 menurun menjadi 24,” jelas Anthon.

Faktor lingkungan dan pergaulan bebas disebut-sebut sebagai penyebab utama maraknya pernikahan dini di kalangan remaja Kota Serang. “Tiga pokok masalah remaja itu adalah pertama seks bebas, kedua nikah dini, dan yang ketiga napza,” terang Anthon.

Ia menambahkan bahwa masalah pergaulan bebas ini memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat. “Penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan seks yang benar kepada anak-anak mereka sejak dini agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” katanya.

BACA JUGA :  Halal Bihalal FKMBP (Forum Keluarga Besar Masyarakat Bojonegara Pulo Ampel) Jalin Silaturahmi dan Memupuk Keikhlasan di Pondok Pesantren Al Mubarok Kota Serang

Pemerintah Kota Serang melalui DP3AKB terus berupaya menekan angka pernikahan dini dengan berbagai program edukasi dan sosialisasi. “Kami berupaya memberikan pemahaman kepada remaja tentang bahaya seks bebas dan pentingnya merencanakan masa depan dengan baik,” ujar Anthon.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah. “Peran serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi perkembangan remaja,” tegasnya.

Upaya pencegahan pernikahan dini juga dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. “Kami bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan dampak negatif pernikahan dini,” jelas Anthon.

Di sisi lain, Anthon juga mengingatkan pentingnya peran media dalam memberikan informasi yang edukatif mengenai bahaya seks bebas dan pernikahan dini. “Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar dan mendidik kepada masyarakat,” katanya.

Dalam menghadapi fenomena ini, Anthon berharap semua pihak dapat bersinergi untuk menciptakan generasi muda yang lebih baik dan bebas dari pergaulan bebas. “Harapan kami adalah terciptanya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

(Tf/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *