Belajarlah Dari Pengalaman Ketika Kita Diusia Kanak Kanak, Demi Anak Kita Yang Hidup Dijaman Degitalisasi

oleh
Di jamanku asik bermain berjam jam dengan ban bekas


Kota serang, Compas kota news.com — “Renungan Sore”
Tahun di mana usiaku masih Anak anak, punya mainan ini saja bisa melupakan segala nya, lupa pulang, lupa makan dan lupa mandi, “tau tau orang tua sudah mencari dengan lidi di tangan nya untuk menyuruh nya pulang, mandi dan makan. Setelah beres mandi dan makan apa yang sudah di sediakan oleh orang tua ku, kemudian waktu magrib harus ada dan kumpul di dalam rumah kemudian ke musolah, setelah beres sholat langsung bergegas ke ustad khusni untuk mengaji rutin setiap habis magrib.

Jaman ku tidak seperti hidup di jaman anak anaku sekarang, jamanku belum ada lampu listrik, tidak ada telvisi, henphon dan tapecorder, yang ada hanya lampu tempel dari minyak tanah.
Bisa main seru seruan bersama banyak kawan ketika terang bulan di halaman depan rumahku ramai dengan segala pertunjukan permainan petak umpet atau jumblingan, tam tambuku, gatrik, dampo dan bentengan.
Kehidupan terasa sekali kepada Anak anak jamam sekarang secara fisik tidak terdidik, kesetiakawanan pudar, sifat sosial dengan orang lain pun sirna karna saat ini anak anak jaman sekarang sudah terkontaminsi oleh semuah hiburan yang ada di genggaman tangan (henphon), hari hari anak anak kita saat ini anggota tubuh nya hanya duduk, otak dan pikiran nya terbius oleh semua konten yang ada di henphon, dan jiwa pemalas, tentu nya jadi pembangkang sudah nampak kepada anak anak kita yang selalu membantah ketika di suruh atau diomong oleh kedua orang tua nya.
Ini semua akibat terkontaminasi oleh tehnologi kekinian yang siap merusak generasi penerus bangsa, bahkan akan lahir para generasi pemalas andai kedua orang tuanya tidak peka keoada pendidikan mental dan agama.
“Jamanku tidak ada jajanan yang menjamur seperti sekarang yang ada cuman jajanan godoh pisang, godoh umbi es nambo, hanya itu saja, munuman nya, lemon, orson dan seprilla. Mainan kita dulu sambil lari lari, jalan jauh, ke kebun ke sawah, naik pepohonan itu rutinitas di lakukan oleh usia sebaya nya pada jaman itu, jadi pisik di usia perkembangan itu terlatih sangat kuat, jauh sekali di banding dengan jiwa jiwa anak jaman sekarang, menja, cengeng, dan pemalas.
Itu yang ada pada anak anak kita sekarang.
Di jaman kita, dulu kalau magrib tiba wajib ngaji belajar sholat bareng, interaksi adapasor sopan santun dan di ajari oleh ustad, tapi anak anak sekarang seharian di kamar sendiri berjam jam mengadapi dan melotot di henphon.
Hati hatilah kepada para kedua orang tua di jaman sekarang harus banyak kontrol dengan seksama kepada perkembangan anak anak kita, apakah anak anak kita masih bisa di ajari sopan santun dan adapasor untuk hormat kepada kedua orang tua dan guru nya, dan apakah anak kita bisa ngaji dan praktek sholat nya bagus..? (tf)

BACA JUGA :  Makan Bersama Di Jumat Berkah, Eni Sudaryani: Kecamatan Curug Tetap Bersatu Dari Berbagai Kalangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *