
Sirine Pintu Air Cisadane Berbunyi, BPBD Kota Tangerang Tegaskan Status Masih Siaga 3
Kota Tangerang.CompasKotaNews.Com
Sebuah video berdurasi sekitar 38 detik yang memperlihatkan naiknya permukaan Sungai Cisadane disertai bunyi sirine keras dari Pintu Air Sepuluh Kota Tangerang ramai beredar di media sosial pada Jumat (23/1/2026).
Rekaman tersebut sontak memicu perhatian dan kekhawatiran warga.
Video itu diduga direkam oleh warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Cisadane.
Dalam tayangan tersebut terlihat debit air sungai meningkat cukup signifikan. Bersamaan dengan kondisi itu, sirine Pintu Air Sepuluh dibunyikan sebagai tanda peringatan dini bagi masyarakat yang berada di wilayah sekitar aliran sungai.
Perlu diketahui, Sungai Cisadane tidak hanya melintasi wilayah Kota Tangerang, tetapi juga mengalir hingga ke Kabupaten Tangerang yang berada di kawasan dataran rendah. Karena itu, setiap perubahan debit air menjadi perhatian penting bagi banyak wilayah.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar. Ia menjelaskan bahwa bunyi sirine menandakan Sungai Cisadane berada pada status Siaga 3, bukan kondisi darurat tertinggi.
“Saya sudah mengonfirmasi informasinya. Sirine dibunyikan karena ketinggian air meningkat dan masuk kategori Siaga 3,” ujar Mahdiar, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, petugas di Pintu Air Sepuluh bekerja berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Setiap kenaikan debit air yang melewati ambang batas tertentu akan ditandai dengan bunyi sirine sebagai peringatan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Memang prosedurnya seperti itu. Jika air kembali naik ke level berikutnya, sirine akan dibunyikan lagi sesuai status, mulai dari Siaga 2 hingga Siaga 1,” jelasnya.
Mahdiar juga mengungkapkan bahwa hingga menjelang sore hari, debit air Sungai Cisadane terpantau mulai mengalami penurunan. Meski demikian, arus air masih terbilang deras dan berada di atas kondisi normal.
Oleh sebab itu, warga diminta tetap waspada namun tidak panik. Pasalnya, status Siaga 3 masih berada di bawah dua level lainnya yang berpotensi menimbulkan dampak banjir lebih luas di wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya.
“Siaga 3 bukan level tertinggi. Masih ada Siaga 2 dan Siaga 1 yang merupakan kondisi paling tinggi,” pungkasnya.
(Red/ckn)







