Dua Anak di Taktakan Kota Serang Hilang, Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa Dikubangan Bekas Galian Tanah

oleh

SerangKota || Compaskotanews.com —
Musibah menimpa Naim Ramdhani (7) dan Adam (8) setelah bermain di sungai, lokasi bekas tambang pernah disidaki pihak berwenang

Sebuah musibah menyayat hati terjadi di Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Dua anak yang hilang sejak hari Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB, akhirnya ditemukan pada pukul 23.48 WIB dalam keadaan tidak hidup di bekas galian tanah yang tidak jauh dari lokasi terakhir mereka bermain.

Floating Ad with AdSense
X
  • Naim Ramdhani, berusia 7 tahun, tinggal di Kampung Citauan, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
  • Adam, berusia 8 tahun (informasi awal menyebutkan juga usia 7 tahun), bermain bersama Naim dan teman sebaya di sekitar sungai dekat lingkungan mereka.

Kedua anak tercatat masih berada di lokasi bermain hingga pukul 18.00 WIB, berdasarkan kesaksian langsung dari warga yang lewat di sekitar area sungai. Ketika sudah melewati jam pulang biasa dan tidak ada tanda-tanda anak-anak kembali ke rumah, keluarga mulai melakukan pencarian sejak pukul 15.30 WIB dan segera menginformasikan kondisi ini kepada lingkungan sekitar serta pihak berwenang.

Pencarian dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga besar, warga masyarakat setempat, dan Babinsa Kelurahan Umbul Tengah Sertu Gaspar dari Koramil Taktakan. Tim pencari bergulat mencari jejak kedua anak dari pagi hingga pukul 22.40 WIB, namun tidak menemukan hasil apapun di berbagai titik yang dicari, termasuk sekitar sungai dan area bermain anak-anak.

Selama proses pencarian, berkembang berbagai informasi simpang siur di kalangan masyarakat. Ada yang menyatakan dugaan anak-anak disembunyikan makhluk halus, namun juga ada yang menduga kedua anak menjadi korban penculikan. Sertu Gaspar menyampaikan bahwa pihaknya sedang berusaha memfilter setiap informasi yang masuk untuk fokus pada upaya pencarian yang faktual dan terarah.

BACA JUGA :  Kemenag Prov Banten Gelar Festival Rampak Bedug dan Shalawat 2023

Setelah tidak putus asa terus melakukan pencarian hingga larut malam, akhirnya kedua anak ditemukan warga dan tim pencari di kobakan bekas galian tanah yang berjarak tidak jauh dari sungai tempat mereka bermain. Konon, lokasi bekas galian tersebut sebelumnya pernah menjadi objek sidak oleh Satgas Pengendalian Galian Tanah Kota Serang yang dipimpin oleh Wahyu Nurzamil, bersama Camat Taktakan dan Danramil Taktakan, karena aktivitas galian yang tidak memiliki izin resmi dan dianggap berbahaya bagi lingkungan serta keamanan masyarakat.

Penggiat publik dari Banten, Toni Firdaus, segera melakukan upaya konfirmasi langsung terkait musibah ini kepada pihak KBR (Kang Budi Rustandi) WaliKota Serang. Melalui pesan langsung di aplikasi WhatsApp, Toni Firdaus menegaskan bahwa pihaknya meminta agar tidak ada lagi izin atau ruang bagi pelaksanaan aktivitas tambang galian tanah di area tersebut.

“Kita tidak ingin ada korban lagi yang jatuh akibat kerusakan alam dan terbentuknya kubangan yang tidak terawat seperti ini. Bekas galian yang tidak ditutup dengan benar telah menjadi sumber bahaya nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak yang mungkin tidak menyadari risikonya,” ujar Toni Firdaus dalam pesan yang dikonfirmasi pada KBR.

Keluarga kedua anak yang meninggal telah menerima kabar duka ini dengan sangat sedih. Beberapa tetangga dan tokoh masyarakat setempat telah datang untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga yang berduka. Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian untuk mengklarifikasi penyebab pasti meninggalnya kedua anak.

Redaksi Compaskotanews.com mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. Semoga kedua anak diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

(Ckn/red)