Perwakilan HMD Gemas Audiensi dengan Zulkifli Hasan, Sampaikan Evaluasi dan Harapan Program MBG

oleh

Jakarta, 25 Februari 2026 || Compaskotanews com – Perwakilan Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD Gemas) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti audiensi dengan Menko Pangan Zulkifli Hasan, menyampaikan berbagai permasalahan, kesan, dan harapan terkait program Makan Siang Bergizi (MBG) yang merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Khairul Fasihin M.M., Ketua DPW HMD Gemas Nusa Tenggara Barat (NTB), menyampaikan bahwa mitra di daerahnya telah menginvestasikan hingga 3 miliar rupiah untuk membangun dapur, namun sering terpinggirkan oleh isu negatif dari netizen. Saat ini ada 700 dapur MBG yang beroperasi atau dalam persiapan di NTB, namun sebagian besar berada di kawasan kota dan dataran rendah, sementara wilayah pegunungan dan bukan 3T masih kurang terjangkau. Ia berharap proses pengusulan Sarana Prasarana Pangan Guru (SPPG) bisa lebih mudah untuk dapur di daerah terpencil.

Floating Ad with AdSense
X

Pak Bayu dari Jawa Timur, yang merupakan salah satu mitra pertama menjalankan program MBG di Kabupaten Banyuwangi, menyatakan bahwa audiensi tersebut menambah semangat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia mengungkapkan dua kesulitan utama, yaitu merubah budaya sarapan pagi dari rumah ke sekolah dan memberikan pemahaman bahwa MBG bertujuan untuk makan bergizi bukan hanya kenyang.

Pak Yusuf, Sekjen HMD Gemas Seluruh Indonesia, mengapresiasi sambutan hangat dari Menko Pangan. Ia menyebutkan bahwa program MBG telah menjangkau sekitar 23.000 dapur atau hampir 75% target nasional. Kendala utama di daerah pedalaman adalah ketersediaan bahan bangunan, meskipun wilayah 3T telah menjadi prioritas pemerataan program.

BACA JUGA :  𝑷𝑨𝑪 𝑷𝒆𝒎𝒖𝒅𝒂 𝑷𝒂𝒏𝒄𝒂𝒔𝒊𝒍𝒂 𝑪𝒂𝒅𝒂𝒔𝒂𝒓𝒊 𝒊𝒏𝒈𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝑷𝑷𝑲 𝑫𝒂𝒏 𝑷𝑷𝑺 𝑯𝒂𝒓𝒖𝒔 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒊𝒑𝒂𝒕 𝑵𝒆𝒕𝒓𝒂𝒍

Selain itu, Pak Ir dari Banten menyampaikan harapan agar dapur MBG bisa lebih bersinergi dan mandiri dalam ketahanan pangan dengan bekerja sama dengan UMKM lokal. Di Banten, sudah ada 900 dapur MBG dari target 1.488 atau sekitar 60% dari kuota yang disepakati. Dr. Sterren dari Papua merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan menteri dan mendapatkan pemahaman bahwa program MBG tidak hanya sekadar memberikan makan, namun juga memiliki nilai rantai ekonomi yang akan menyinergikan dengan koperasi desa dan kampung nelayan.

(Ckn/rek)