
Kemenag Ajak Umat Islam Laksanakan Shalat Gerhana Bulan 3 Maret 2026
JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan shalat gerhana bulan saat fenomena Gerhana Bulan Total pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 H. Fenomena ini diperkirakan akan terlihat di hampir seluruh wilayah Tanah Air.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menekankan pentingnya pengawasan dan koordinasi dengan instansi daerah, tokoh agama, serta pengurus masjid agar pelaksanaan shalat gerhana berjalan lancar sesuai jadwal masing-masing wilayah.
Arsad menyebut bahwa gerhana bulan merupakan tanda kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu, shalat gerhana menjadi momentum refleksi diri dan peningkatan ketakwaan. “Gerhana bulan adalah pengingat kebesaran Allah Swt. Kami mengimbau umat Islam untuk melaksanakan shalat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah,” ujarnya.
Waktu Gerhana di Berbagai Wilayah
Kemenag menyampaikan agar waktu pelaksanaan shalat disesuaikan dengan fase gerhana di tiap daerah. Berdasarkan prediksi astronomi:
- Wilayah timur Indonesia (Papua, Maluku): mulai pukul 17.49 WITA hingga 21.17 WITA.
- Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi: sekitar 18.03 WIB – 20.17 WIB.
- Sumatera, Jakarta, dan Jawa Barat: fase puncak dan akhir gerhana antara 18.33 WIB – 20.17 WIB.
Waktu ini menjadi acuan masyarakat untuk menjalankan ibadah shalat gerhana dan kegiatan lain yang terkait fenomena langka ini.
Momentum Ibadah dan Doa Bersama
Kemenag berharap peristiwa langit ini bisa menjadi sarana mempererat solidaritas umat dan memperkuat semangat kebersamaan. Selain shalat sunnah gerhana, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, zikir, shalawat, istighfar, sedekah, dan doa untuk keselamatan bangsa.
Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 tidak hanya menjadi peristiwa astronomi, tetapi juga kesempatan memperdalam ibadah dan meningkatkan keimanan di tengah bulan suci Ramadan. (Red/CKN)






