
TANGERANG SELATAN — Video viral di media sosial mengungkap dugaan pemalakan terhadap seorang pedagang sate Padang di wilayah Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pedagang bernama Dayat itu disebut mengalami pemalakan hingga mencapai Rp200 juta.
Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui sebuah utas di platform Threads. Dalam unggahan itu disebutkan, Dayat terpaksa berpindah lokasi berjualan karena kerap menjadi korban pemalakan.
Menanggapi informasi tersebut, Polsek Pondok Aren telah mendatangi kediaman Dayat untuk mengonfirmasi dugaan pemalakan yang beredar di media sosial.
Kapolsek Pondok Aren Kompol Anne Rose Agrippina Putri membenarkan bahwa Dayat mengalami dugaan pemalakan atau pemerasan. Namun, polisi masih mendalami nominal uang yang telah diberikan korban.
“Dapat dibenarkan bahwa ia mengalami pemalakan atau pemerasan. Kalau untuk nominal berapa yang sudah dikeluarkan dari penjual sate masih kami dalami, tapi kami sudah mengantongi bukti-bukti yang memang sudah mengarah ke tindak pidana pemerasan,” ujar Anne saat ditemui di Mapolsek Pondok Aren, Rabu (30/9/2026).
Polisi juga telah mengarahkan Dayat untuk membuat laporan polisi (LP) secara resmi. Menurut Anne, laporan tersebut diperlukan agar proses hukum atas dugaan tindak pidana tersebut dapat segera dilakukan.
“Pada saat kami mendatangi kediaman korban ataupun penjual sate Padang tersebut, kami sudah mengarahkan untuk melapor ke polisi. Namun, sampai saat ini kami masih menunggu karena yang bersangkutan masih dalam pertimbangan ataupun rembuk bersama keluarga,” jelasnya.
Polisi Bantah Korban Ditodong Celurit
Sementara itu, polisi meluruskan informasi mengenai dugaan ancaman menggunakan senjata tajam jenis celurit yang turut beredar di media sosial.
Anne menegaskan, senjata tajam memang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Namun, berdasarkan hasil pengecekan polisi, tidak ditemukan fakta bahwa senjata tersebut ditodongkan atau diarahkan langsung kepada Dayat.
“Kalau terkait ditodong dengan celurit ataupun senjata tajam, itu tidak dibenarkan. Korban penjual sate tidak ada dikalungkan ataupun ditodong senjata tajam,” tegas Anne.
“Dia (senjata tajam) memang ada, tapi tidak ada ancaman langsung mengarah ke korban ataupun yang dimaksud,” sambungnya.
Mengaku Pindah karena Kerap Dipalak
Sebelumnya, informasi mengenai dugaan pemalakan terhadap pedagang sate Padang tersebut viral setelah sebuah video diunggah akun Threads @bagus.abdi.sukma pada Jumat (25/9/2026).
Dalam video tersebut, Dayat mengaku telah berpindah lokasi berjualan karena merasa lelah menghadapi dugaan pemalakan di tempat sebelumnya.
“Pindah ke sini sudah capek di situ (dipalak),” ujar Dayat dalam video tersebut.
Dalam utas yang sama, disebutkan bahwa pedagang sate Padang yang sebelumnya berjualan di depan RS Premier Bintaro itu dipalak hingga Rp200 juta dan mendapat ancaman menggunakan celurit apabila tidak memberikan uang.
Namun, terkait nominal Rp200 juta dan dugaan ancaman dengan senjata tajam tersebut, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman. Polisi juga masih menunggu korban membuat laporan resmi agar penanganan perkara dapat dilanjutkan melalui proses hukum.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan terkait dugaan pemerasan tersebut.

