Bupati Cilacap Syamsul Auliya Terjaring OTT KPK Bersama Sekda, 13 Orang Dibawa ke Jakarta

oleh
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Terjaring OTT KPK Bersama Sekda, 13 Orang Dibawa ke Jakarta
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Terjaring OTT KPK Bersama Sekda, 13 Orang Dibawa ke Jakarta

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Terjaring OTT KPK Bersama Sekda, 13 Orang Dibawa ke Jakarta

CILACAP – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman turut diamankan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Sadmoko Danardono.

Keduanya kini berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan proyek pembangunan di wilayah Kabupaten Cilacap.

Floating Ad with AdSense
X

13 Orang Dibawa ke Gedung KPK

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa total ada 13 orang yang dibawa ke Jakarta dari lokasi operasi. Mereka terdiri dari Bupati, Sekda, serta sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Para pihak tersebut telah tiba di Gedung Merah Putih KPK pada dini hari dan langsung menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Total 27 Orang Diamankan dalam OTT

Sebelumnya, KPK mengamankan 27 orang dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Cilacap. Dari jumlah tersebut, sebagian masih menjalani pemeriksaan awal di daerah sebelum diputuskan siapa saja yang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Menurut KPK, kasus yang tengah diselidiki diduga berkaitan dengan penerimaan uang yang berhubungan dengan proyek-proyek pemerintah daerah di Kabupaten Cilacap.

“Diduga ada penerimaan yang dilakukan oleh pihak bupati terkait proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” kata Budi Prasetyo.

Status Hukum Masih Didalami

Saat ini seluruh pihak yang diamankan masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Proses pemeriksaan terus berlangsung di Gedung Merah Putih KPK guna mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara yang sedang ditangani. (Red/CKN)