Detik-Detik Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejjil 23 Ton ke Israel, Dunia Langsung Gempar!

oleh
Detik-Detik Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejjil 23 Ton ke Israel, Dunia Langsung Gempar!
Detik-Detik Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejjil 23 Ton ke Israel, Dunia Langsung Gempar!

CompasKotaNews.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik jarak menengah jenis Sejjil ke arah wilayah Israel. Serangan ini disebut sebagai salah satu eskalasi paling serius dalam konflik yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.Peluncuran rudal raksasa tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik militer antara Iran dan Israel dalam beberapa waktu terakhir. Laporan militer menyebutkan rudal Sejjil yang diluncurkan memiliki bobot lebih dari 23 ton dan termasuk salah satu senjata strategis andalan milik Iran.Rudal Sejjil dikenal sebagai rudal balistik dua tahap yang menggunakan bahan bakar padat. Teknologi ini memungkinkan proses peluncuran berlangsung lebih cepat dibandingkan rudal dengan bahan bakar cair, sekaligus membuatnya lebih sulit dideteksi sebelum diluncurkan.Selain itu, rudal ini memiliki jangkauan yang cukup jauh, yakni sekitar 2.000 kilometer. Dengan kemampuan tersebut, Sejjil mampu menjangkau berbagai target di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah Israel.Penggunaan rudal Sejjil dalam konflik ini juga disebut sebagai pertama kalinya dalam perang yang sedang berlangsung saat ini. Sebelumnya, Iran lebih sering menggunakan drone tempur serta rudal jenis lain dalam operasi militernya.Sejumlah analis militer menilai penggunaan rudal balistik berat seperti Sejjil menandakan meningkatnya eskalasi konflik. Rudal ini dikenal memiliki kemampuan manuver tinggi di udara sehingga cukup sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara lawan.Sementara itu, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus menjadi perhatian dunia internasional. Berbagai pihak menyerukan agar semua pihak menahan diri untuk mencegah konflik yang lebih luas.Konflik antara Iran dan Israel dalam beberapa pekan terakhir memang semakin intens. Serangan balasan berupa rudal dan drone dilaporkan terus terjadi, memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan tersebut.Perkembangan situasi ini pun terus dipantau oleh banyak negara karena berpotensi berdampak pada stabilitas geopolitik global.

(Red/CKN)