Siapa Esmail Qaani? Panglima Quds Force Iran di Lingkaran Dekat Khamenei

oleh
Profil Jenderal Iran Esmail Qaani, Panglima Quds Force yang Dituding Pengkhianat di Lingkaran Khamenei
Profil Jenderal Iran Esmail Qaani, Panglima Quds Force yang Dituding Pengkhianat di Lingkaran Khamenei

Profil Jenderal Iran Esmail Qaani, Panglima Quds Force yang Dituding Pengkhianat di Lingkaran Khamenei

CompasKotaNews.com – Nama Jenderal Iran, Esmail Qaani, kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah muncul berbagai spekulasi terkait dugaan pengkhianatan di lingkaran elite kekuasaan Iran. Isu tersebut mencuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Floating Ad with AdSense
X

Esmail Qaani dikenal sebagai komandan Pasukan Quds, unit elit dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang memiliki peran penting dalam operasi militer Iran di luar negeri.

Belakangan, sejumlah laporan menyebutkan bahwa Qaani berada dalam sorotan internal pemerintahan Iran. Ia bahkan disebut-sebut terseret isu sensitif yang berkaitan dengan dinamika kekuasaan di sekitar pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Penerus Qasem Soleimani

Nama Esmail Qaani mulai dikenal luas di panggung internasional setelah ditunjuk sebagai pengganti Qasem Soleimani yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat pada tahun 2020 di Irak.

Soleimani saat itu merupakan salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Iran. Setelah kematiannya, Khamenei segera menunjuk Qaani sebagai komandan baru Pasukan Quds.

Sebagai penerus Soleimani, Qaani memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan strategi militer Iran di berbagai wilayah konflik Timur Tengah.

Karier Militer Sejak Era Perang Iran–Irak

Esmail Qaani lahir di Mashhad, Iran, pada 1957. Ia mulai bergabung dengan IRGC pada awal dekade 1980-an, tepat ketika Iran terlibat dalam konflik besar melawan Irak.

Selama Iran–Iraq War yang berlangsung antara 1980 hingga 1988, Qaani menjadi salah satu perwira yang aktif dalam berbagai operasi militer. Pengalaman perang tersebut membentuk reputasinya sebagai komandan yang berpengalaman.

BACA JUGA :  Iran Tegaskan Tak Ada Pilihan Selain Membalas Serangan, Sampaikan Pesan Keras ke Negara‑Negara Teluk

Setelah perang berakhir, Qaani terus meniti karier di tubuh IRGC dan akhirnya dipercaya menjadi wakil komandan Pasukan Quds selama bertahun-tahun sebelum menggantikan Soleimani.

Peran Strategis di Timur Tengah

Sebagai pemimpin Pasukan Quds, Qaani bertanggung jawab mengoordinasikan berbagai operasi militer Iran di luar negeri. Unit ini dikenal memiliki pengaruh besar dalam sejumlah konflik di Timur Tengah, termasuk di Suriah, Irak, hingga kawasan lainnya.

Peran Pasukan Quds juga sering dikaitkan dengan strategi geopolitik Iran dalam memperluas pengaruh regional serta mendukung sekutu-sekutunya di berbagai wilayah konflik.

Kontroversi dan Spekulasi Politik

Di tengah ketegangan regional yang terus meningkat, nama Qaani kembali menjadi perhatian setelah muncul berbagai rumor mengenai konflik internal di elite pemerintahan Iran.

Beberapa laporan bahkan menyebut adanya dugaan pengkhianatan di lingkaran terdekat kekuasaan. Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi tudingan tersebut.

Para pengamat menilai rumor seperti ini sering muncul dalam situasi politik yang penuh ketegangan, terutama ketika konflik regional sedang meningkat.

Terlepas dari berbagai spekulasi yang beredar, Esmail Qaani tetap menjadi salah satu figur militer penting dalam struktur pertahanan Iran dan memainkan peran strategis dalam kebijakan keamanan negara tersebut.