Gempa M 5,3 Guncang Laut Selatan Sukabumi, BMKG Ungkap Penyebabnya dari Aktivitas Subduksi Lempeng

oleh
Gempa M 5,3 Guncang Laut Selatan Sukabumi, BMKG Ungkap Penyebabnya dari Aktivitas Subduksi Lempeng
Gempa M 5,3 Guncang Laut Selatan Sukabumi, BMKG Ungkap Penyebabnya dari Aktivitas Subduksi Lempeng

CompasKotaNews.com – Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah laut di selatan Sukabumi, Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik di selatan Pulau Jawa.

Peristiwa gempa ini sempat dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Barat. Meski demikian, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Floating Ad with AdSense
X

Episenter Gempa Berada di Laut Selatan Sukabumi

Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di wilayah laut selatan Sukabumi. Getaran dari gempa ini terasa di beberapa wilayah sekitar, meskipun intensitasnya relatif ringan hingga sedang.

Gempa dengan magnitudo sekitar 5 biasanya masih tergolong gempa menengah. Pada kondisi tertentu, gempa jenis ini bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama jika kedalamannya tidak terlalu jauh dari permukaan bumi.

Sejumlah warga mengaku merasakan getaran yang cukup mengejutkan, meskipun hanya berlangsung beberapa detik.

Dipicu Subduksi Lempeng Indo-Australia

BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di selatan Jawa umumnya berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng tektonik.

Wilayah selatan Pulau Jawa merupakan zona pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Pada zona ini, lempeng Indo-Australia bergerak menujam ke bawah lempeng Eurasia sehingga memicu aktivitas seismik. (Wikipedia)

Pergerakan tersebut sering menghasilkan gempa bumi tektonik dengan kedalaman dangkal hingga menengah. Kondisi inilah yang membuat wilayah pesisir selatan Jawa, termasuk Sukabumi, cukup aktif secara seismik.

Tidak Berpotensi Tsunami

Meski memiliki kekuatan magnitudo 5,3, BMKG memastikan gempa yang terjadi kali ini tidak berpotensi tsunami.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kedalaman gempa dan mekanisme sumber gempa yang tidak cukup kuat untuk memicu pergerakan besar pada dasar laut.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Walau tidak menimbulkan kerusakan signifikan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang membuat aktivitas gempa bumi cukup sering terjadi.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi gempa menjadi hal penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa. (Red/CKN)