
Teheran, ConpasKotaNews.com – Angkatan Bersenjata Iran untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik canggih Sejjil dalam serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat (AS) dalam konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Rudal Sejjil, yang diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), digambarkan sebagai senjata strategis dengan teknologi tinggi yang belum pernah dikerahkan sebelumnya dalam perang ini.
🔥 Apa Itu Rudal Sejjil?
Rudal Sejjil merupakan rudal balistik jarak menengah bermesin bahan bakar padat. Desain ini memberikan keuntungan besar karena mampu diluncurkan dengan persiapan yang lebih cepat dan lebih sulit dideteksi radar dibandingkan rudal berbahan bakar cair tradisional.
Menurut data militer terbaru, Sejjil mampu menempuh jarak hingga sekitar 2.000–2.500 kilometer, memungkinkan serangan jarak jauh ke wilayah musuh dan target strategis.
🚀 Peluncuran Pertama Sejjil dalam Perang
Dalam serangan terbaru yang dikodekan sebagai “True Promise 4”, IRGC mengumumkan bahwa rudal Sejjil diluncurkan bersama sejumlah rudal lain seperti Khorramshahr, Qadr, dan Kheybar untuk menargetkan pusat komando serta infrastruktur militer Israel.
Komandan IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, mengonfirmasi peluncuran ini melalui unggahan di platform X, menegaskan bahwa Sejjil digunakan dalam gelombang serangan balasan terbaru.
Media lokal Israel memberitakan bahwa sirene peringatan udara berbunyi di sejumlah wilayah, termasuk Tel Aviv dan Herzliya, sebagai respons terhadap ancaman serangan rudal tersebut.
📌 Kelebihan dan Tantangan Strategis
Penggunaan Sejjil menandai eskalasi signifikan dalam konflik Iran‑Israel karena kemampuan misil ini yang tidak hanya memiliki jangkauan jauh tetapi juga lebih sulit dihentikan oleh sistem pertahanan udara.
Keunggulan bahan bakar padat memungkinkan Sejjil diluncurkan dalam waktu singkat tanpa persiapan panjang, memberi Iran kemampuan taktis besar dalam pertempuran modern.
📍 Dampak Luar Negeri dan Masa Depan Konflik
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan sekutunya. Peluncuran rudal canggih seperti Sejjil dipandang sebagai respons Iran terhadap tekanan militer yang meningkat, termasuk operasi udara dari Israel dan AS.
Meskipun sistem pertahanan Israel telah berupaya menangkal serangan tersebut, penggunaan rudal jarak jauh dalam konflik ini menunjukkan fenomena baru dalam dinamika militer regional.
Peluncuran rudal Sejjil oleh Iran bukan hanya langkah pertama dalam konflik saat ini, tetapi juga menandai babak baru dalam strategi militer Tehran. Senjata ini menunjukkan kemampuan teknologi tinggi Iran untuk menyerang target jauh dan membawa dampak geopolitik yang signifikan di kawasan Timur Tengah. (Red/CKN)







