
Puncak Jaya, Papua Tengah – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil melumpuhkan seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini masuk daftar buron karena pernah menembaki rombongan Jenderal (Purn) Tito Karnavian – kini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia – saat menjabat sebagai Kapolda Papua pada tahun 2012.
Pria bersenjata yang diketahui bernama Pulan Wonda alias Kamenak, merupakan anggota aktif Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XII Lanny Jaya yang sudah lama menjadi target operasi aparat keamanan. Pulan diketahui terlibat dalam sejumlah serangan bersenjata terhadap aparat maupun warga sipil di kawasan Puncak Jaya dan Lanny Jaya.
Penangkapan di Sebuah Bengkel Motor
Operasi penangkapan dilakukan pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 12.27 WIT, di wilayah Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Tim pemantauan Satgas menemukan keberadaan Pulan di sebuah bengkel motor di daerah itu dan langsung melakukan penyergapan.
Saat hendak ditangkap, Pulan sempat mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor dan menabrak kendaraan petugas. Karena membahayakan keselamatan aparat, tim kemudian memberikan tembakan terukur yang menumbuhkan pelaku.
Rekam Jejak Panjang Aksi Kekerasan
Pulan Wonda dikenal memiliki rekam jejak panjang aksi kriminal bersenjata sejak lebih dari satu dekade lalu. Selain penembakan yang menarget rombongan Tito Karnavian pada 28 November 2012 di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, pelaku juga diduga terlibat berbagai serangan terhadap prajurit TNI dan petugas keamanan lainnya.
Penangkapan dan pelumpuhan ini merupakan bagian dari kerja keras Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menindak kelompok-kelompok yang dianggap mengancam stabilitas dan keselamatan masyarakat di wilayah Papua.
Proses Hukum dan Kondisi Terkini
Usai dilumpuhkan, Pulan Wonda dibawa ke fasilitas kesehatan untuk perawatan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak berwajib. Polisi memastikan proses hukum akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penangkapan Pulan Wonda alias Kamenak merupakan capaian penting aparat keamanan dalam mempersempit ruang gerak KKB Papua, terutama bagi pelaku yang sudah lama menjadi daftar pencarian karena terlibat aksi kekerasan bersenjata yang berdampak serius pada keamanan di Papua. (Red/CKN)

