Kondisi Pelaksanaan Ujian dan Kendala Operasional Pendidikan SIPLAH di Kota Serang tidak Bisa Akses

Serang Kota || Compaskotanews.com —
Saat ini, pelaksanaan kegiatan akademis di wilayah Kota Serang sedang berlangsung dengan berbagai tahapan ujian yang cukup padat. Salah satunya adalah pelaksanaan TKA (Tes Kemampuan Akademis). Dalam pelaksanaan tes ini, melibatkan berbagai pihak yang bertugas memastikan kelancaran proses ujian, mulai dari Proktor, Teknisi, Transport, hingga Pengawas, serta berkoordinasi dengan snck

Selain TKA, terdapat juga agenda penting lainnya yaitu PSAJ (Penilaian Sumatif Akhir Jenjang). PSAJ ini terbagi menjadi dua bentuk evaluasi utama, yaitu ujian praktek dan ujian tulis.

Floating Ad with AdSense
X

Akibat ada nya rumor rotasi para kepala sekolah di bulan April dan belum di laksanakan akan tetapi sekolah sekolah yang terkena pergeseran kepala sekolah terkena imbas SIPLAH nya tidak bisa di akses, padahal sebagian kepala sekolah mengatakan rotasi belum di laksanakan.

  1. Ujian Praktek
    Pada tahap ujian praktek, siswa diuji pada mata pelajaran yang menuntut kemampuan keterampilan langsung, seperti Kesenian, Prakarya, Olahraga, dan Pendidikan Agama. Dalam pelaksanaannya, tentu memerlukan persiapan yang matang, mulai dari penyediaan bahan ujian praktek, kelengkapan bahan praktik yang harus tersedia, hingga pengaturan logistik seperti konsumsi bagi para peserta dan pengawas.
  2. Ujian Tulis
    Sementara untuk bentuk ujian tulis, materi yang diujikan mencakup semua mata pelajaran. Prosesnya juga tidak kalah rumit, meliputi tahap pengadaan soal, persiapan ruang ujian, hingga penyediaan konsumsi dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya agar pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan lancar.

Namun, di tengah kesibukan mempersiapkan berbagai kebutuhan ujian dan operasional sekolah tersebut, muncul sebuah masalah yang sangat mengganggu dan membuat dunia belajar mengajar di Kota Serang terasa sangat memprihatinkan atau “miris”.

Masalah utama yang dihadapi saat ini adalah terkait dengan SIPLAH (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah). Kabar terbaru menyebutkan bahwa akses terhadap aplikasi SIPLAH sudah ditutup atau tidak bisa diakses.

Kondisi ini menimbulkan kesulitan yang sangat besar bagi seluruh pihak, khususnya para Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Serang. Dengan tidak berfungsinya atau tertutupnya akses SIPLAH, para kepala sekolah merasa kebingungan dan kesulitan untuk melakukan pengadaan barang serta memenuhi kebutuhan sekolah. Padahal, pengadaan tersebut merupakan dasar utama untuk menjalankan program-program sekolah yang telah direncanakan saat ini.

Akibatnya, kelancaran administrasi, penyediaan sarana prasarana, hingga pemenuhan kebutuhan operasional menjadi terhambat, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

Ckn/red