KSAL Tegaskan Prajurit TNI AL di Papua & Pulau Terluar Tidak Boleh Lengah Saat Lebaran

oleh
KSAL Tegaskan Prajurit TNI AL di Papua & Pulau Terluar Tidak Boleh Lengah Saat Lebaran
KSAL Tegaskan Prajurit TNI AL di Papua & Pulau Terluar Tidak Boleh Lengah Saat Lebaran

JakartaKepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, kembali mengeluarkan arahan tegas kepada seluruh prajurit Jalasena terutama yang bertugas di Papua dan pulau-pulau terluar Indonesia menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026. Arahan ini penting untuk menjamin kedaulatan wilayah laut Indonesia tetap terjaga, meskipun bertepatan dengan momentum libur Lebaran.

Dalam instruksinya, KSAL menegaskan bahwa prajurit yang ditempatkan di pos-pos strategis tidak boleh lengah atau mengendurkan pengawasan, terutama di wilayah perbatasan yang selama ini dikenal rawan terhadap potensi ancaman keamanan maupun penyelundupan.

Floating Ad with AdSense
X

Fokus Operasi Pengamanan di Tengah Momentum Libur

Tradisi mudik Lebaran seringkali dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan barang melalui jalur laut. Mengantisipasi hal tersebut, KSAL memerintahkan agar seluruh personel tetap siaga penuh dan menjaga semua akses laut yang menjadi tanggung jawabnya.

KSAL menekankan bahwa tugas menjaga kedaulatan tidak mengenal libur — apalagi di daerah-daerah yang berada jauh dari pusat pemerintahan seperti Papua dan pulau terluar Indonesia. Arahan ini juga mencerminkan komitmen TNI AL dalam menjaga integritas wilayah laut Indonesia sepanjang tahun, tak terkecuali saat ada hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.

Peningkatan Pengamanan Jalur Laut Selama Masa Mudik

Selain menjaga pos-pos strategis di wilayah perbatasan, TNI AL di bawah komando KSAL juga memperketat pengamanan di jalur laut utama dan jalur-jalur kecil yang sering dipakai kapal tradisional atau kapal penumpang selama arus mudik Lebaran.

BACA JUGA :  Kabar Duka: Istri Kepala Staf Presiden TNI (Purn) Moeldoko, Koesni Harningsih, Meninggal Dunia

Hal ini dilakukan agar arus transportasi laut tetap aman dan kondusif, sambil mencegah terjadinya penyelundupan barang-barang terlarang yang biasanya diprioritaskan oleh para pelaku aksi ilegal saat momentum libur panjang. (Red/CKN)