Modus Baru: Kapal “Zombie” Berkedok Pengangkut LNG Terpantau Melintasi Selat Hormuz

Modus Baru: Kapal “Zombie” Berkedok Pengangkut LNG Terpantau Melintasi Selat Hormuz
Modus Baru: Kapal “Zombie” Berkedok Pengangkut LNG Terpantau Melintasi Selat Hormuz

CompasKotaNews.com – Dalam perkembangan terbaru di kawasan perairan strategis Selat Hormuz, sebuah kapal misterius dilaporkan berhasil melintas setelah menggunakan identitas palsu sebagai pengangkut Liquefied Natural Gas (LNG). Kapal ini kemudian diduga merupakan apa yang disebut sebagai “kapal zombie”, yakni kapal yang memakai identitas dari kapal lain yang sudah tidak beroperasi secara resmi.

Sinyal dan Identitas yang Dipalsukan

Menurut data pelacakan laut, kapal yang mengaku bernama Jamal terlihat meninggalkan Selat Hormuz pada Jumat pagi (20 Maret). Anehnya, kapal ini sebelumnya tercatat telah dipensiunkan dan bahkan dibongkar di galangan kapal di India pada Oktober tahun lalu. Data ini menunjukkan bahwa identitas yang dipakai kapal tersebut kemungkinan besar telah diretas atau disalahgunakan untuk mengelabui sistem pelacakan maritim.

Floating Ad with AdSense
X

Praktik seperti ini semakin menjadi perhatian dunia karena ini adalah salah satu contoh pertama kali kapal zombie yang menggunakan klaim sebagai pengangkut LNG untuk melintasi Selat Hormuz — sebuah titik perairan yang kini diwarnai dengan risiko tinggi akibat konflik di Timur Tengah.

Alasan dan Dampak Keamanan

Selat Hormuz selama beberapa minggu terakhir menjadi zona berisiko tinggi bagi pelayaran internasional akibat meningkatnya serangan dan ancaman serangan militer di wilayah itu. Akibatnya, sejumlah besar kapal komersial memilih untuk membatasi aktivitas mereka atau mencari rute alternatif demi keselamatan awak kapal dan biaya asuransi yang melonjak.

Penggunaan identitas palsu seperti oleh kapal Jamal menunjukkan bahwa ada upaya tertentu untuk menjebol pengawasan maritim internasional, terutama ketika lalu lintas di selat kian terbatas dan sangat diawasi oleh berbagai pihak.

Taktik Baru yang Jadi Perhatian

Praktik kapal zombie sebelumnya lebih umum ditemukan dalam upaya menghindari sanksi perdagangan minyak. Namun, penggunaan taktik tersebut di jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz menandai eskalasi baru dalam cara operator kapal mencoba menembus batasan pengawasan.

Kapal yang menyamar sebagai kapal LNG cukup tidak biasa karena jenis kapal ini dirancang khusus untuk mengangkut gas alam dalam keadaan cair, dan jumlahnya di dunia relatif terbatas. Sampai saat ini, perdagangan LNG gelap yang diketahui sebagian besar berkaitan dengan penjualan gas dari Rusia ke China, bukan transit melalui wilayah konflik.

📌 Kesimpulan: Kasus kapal Jamal yang diduga sebagai kapal zombie memperlihatkan bagaimana taktik baru terus bermunculan dalam pelayaran internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Modus identitas palsu seperti ini mempertegas perlunya pengawasan lebih ketat di titik‑titik strategis seperti Selat Hormuz.