
BOGOR, CompasKotaNews.com – Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor – Warga di Pasar Cileungsi digemparkan oleh aksi seorang perempuan yang diduga berpura-pura menjadi disabilitas untuk mengemis. Peristiwa ini terekam dalam video yang viral di media sosial, menunjukkan dugaan akting yang dilakukan pengemis tersebut untuk menarik simpati dari para pengunjung pasar.
BACA JUGA: Bupati Serang Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Cikande Permai, Pastikan Stabilitas Harga
Rekaman video yang diunggah oleh beberapa warga menunjukkan perempuan tersebut duduk di salah satu sudut pasar, dengan gerakan dan ekspresi yang menyerupai kondisi disabilitas. Warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu kemudian merekam aksi perempuan tersebut dan membagikannya di media sosial, memicu berbagai reaksi dari netizen.
Beberapa komentar di media sosial mempertanyakan kejujuran pengemis tersebut dan menyayangkan tindakan yang dianggap menipu masyarakat. Seorang warga yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, “Awalnya saya merasa iba melihat dia, tapi setelah melihat gerak-geriknya, saya mulai curiga. Ternyata banyak orang yang melakukan hal serupa untuk mendapatkan uang dengan cara yang tidak jujur.”
BACA JUGA: Polda Banten Musnahkan 7.733 Botol Miras Hasil Operasi Pekat Maung 2026
Sementara itu, pihak keamanan pasar mengatakan belum menerima laporan resmi terkait kejadian ini, namun mereka berencana meningkatkan pengawasan terhadap praktik pengemis di area pasar. Kepala Satpam Pasar Cileungsi, Hendra Wijaya, menyatakan, “Kami akan memperketat patroli dan meminta pengunjung untuk berhati-hati dalam memberikan sumbangan. Jika ada laporan resmi, kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menindaklanjuti.”
Fenomena pengemis yang berpura-pura memiliki kondisi tertentu bukan hal baru di beberapa wilayah perkotaan di Indonesia. Pakar sosial, Dr. Rina Handayani, menilai hal ini merupakan bentuk manipulasi psikologis yang memanfaatkan rasa empati masyarakat. “Tindakan semacam ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan. Edukasi dan pengawasan sangat penting agar warga tetap bisa membantu secara tepat sasaran,” ujar Dr. Rina.
Video yang viral ini juga memicu perdebatan mengenai etika membagikan rekaman seperti itu di media sosial. Beberapa pihak menilai penting untuk mengedukasi masyarakat agar lebih waspada, sementara yang lain menyoroti hak privasi individu, meskipun tindakan tersebut diduga menipu.
Hingga saat ini, perempuan pengemis yang terekam belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait dugaan aksinya. Warga di sekitar Pasar Cileungsi pun diminta untuk tetap berhati-hati dan lebih selektif dalam memberikan sumbangan kepada pengemis di jalan atau area publik.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa tidak semua yang terlihat membutuhkan pertolongan benar-benar dalam kondisi darurat. Kombinasi kewaspadaan, edukasi sosial, dan kerja sama antara warga dan pihak keamanan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah praktik penipuan semacam ini terjadi di masa depan. (Red/CKN)