
CompasKotaNews.com – Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya menyampaikan pidato perdananya kepada publik setelah resmi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Pidato tersebut langsung menarik perhatian dunia internasional karena berisi pesan tegas terkait konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Serukan Persatuan di Tengah Tekanan
Dalam pidato tersebut, Mojtaba Khamenei menyerukan kepada seluruh rakyat Iran agar tetap bersatu menghadapi situasi sulit yang sedang dialami negara itu. Ia menilai persatuan nasional menjadi kunci utama untuk menghadapi tekanan politik maupun militer dari pihak luar.
Khamenei juga menyampaikan penghormatan kepada warga sipil serta pasukan militer yang menurutnya telah berjuang mempertahankan kedaulatan negara. Ia menegaskan Iran akan terus berdiri teguh dan tidak akan menyerah terhadap tekanan dari kekuatan asing.
Soroti Pangkalan Militer AS
Selain menekankan pentingnya solidaritas nasional, Khamenei juga menyinggung keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan. Ia memperingatkan bahwa fasilitas militer tersebut dapat menjadi sasaran jika digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Menurutnya, negara-negara di kawasan seharusnya mempertimbangkan kembali hubungan militernya dengan Washington. Ia bahkan mendesak negara-negara tetangga untuk menutup pangkalan militer yang digunakan oleh Amerika Serikat guna mencegah konflik semakin meluas.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Strategis
Dalam pidatonya, Khamenei turut menyinggung pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan energi dunia. Ia menegaskan Iran akan tetap mempertahankan pengaruhnya di wilayah tersebut sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan Barat.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak global. Setiap gangguan yang terjadi di kawasan itu dapat berdampak besar terhadap stabilitas pasar energi dunia.
Awal Kepemimpinan Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah wafatnya ayahnya, Ali Khamenei, di tengah meningkatnya ketegangan konflik regional. Penunjukan tersebut dilakukan oleh lembaga ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi di Iran.
Pidato perdana ini sekaligus menjadi sinyal awal arah kepemimpinannya. Banyak pengamat menilai Mojtaba Khamenei akan melanjutkan kebijakan garis keras terhadap Amerika Serikat serta negara-negara Barat.
Dengan kondisi geopolitik yang masih memanas, sikap tegas dari pemimpin baru Iran ini diperkirakan akan semakin memengaruhi dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. (Red/CKN)