
CompasKotaNews.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan di balik keputusan Indonesia untuk tetap berada dalam Board of Peace (BoP), sebuah forum perdamaian yang dibentuk oleh Amerika Serikat (AS). Menurutnya, kehadiran RI di dalam BoP merupakan strategi untuk memperkuat posisi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan solusi damai konflik Timur Tengah.
Presiden menegaskan bahwa jika Indonesia berada di luar forum tersebut, negara berpotensi kehilangan kesempatan untuk ikut menentukan arah kebijakan dan proses perdamaian yang mengarah pada kemerdekaan Palestina. Dalam pandangan Prabowo, keterlibatan aktif memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong solusi jangka panjang bagi persoalan Palestina, termasuk gagasan solusi dua negara yang diharapkan menjadi titik temu konflik yang berlangsung bertahun‑tahun.
Penundaan Pengiriman Pasukan Perdamaian
Meski demikian, Prabowo mengungkapkan bahwa rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat ini ditunda sementara. Penundaan ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, sehingga fokus diplomasi dan negosiasi menjadi prioritas utama daripada pengiriman personel militer.
Presiden juga menegaskan kesediaannya untuk berperan serta dalam mediator penyelesaian konflik antara AS dan Iran yang dinilai semakin kompleks. Ia mengajak semua pihak untuk membuka ruang dialog guna menghentikan pertikaian yang berdampak luas bagi stabilitas global.
Konsistensi Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menekankan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer manapun. Ia menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tetap berdasarkan prinsip bebas aktif, sebagaimana termaktub dalam Undang‑Undang Dasar 1945. Prinsip ini membuat Indonesia tidak memihak kepada blok kekuatan global tertentu, namun tetap aktif berkontribusi dalam perdamaian dunia.
“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” ujar Prabowo, seraya menegaskan bahwa Indonesia akan mempertahankan kedaulatan dan kekuatan pertahanan nasionalnya sendiri tanpa bergantung pada negara lain.
Presiden juga menambahkan bahwa RI menjaga hubungan diplomatik yang harmonis dengan berbagai negara tetangga, serta tetap mempertahankan postur militer yang bersifat defensif, bukan ofensif.
Keputusan Indonesia untuk bertahan dalam Board of Peace bukan semata tentang keanggotaan dalam sebuah forum internasional, tetapi lebih pada strategi diplomasi untuk memperjuangkan cita‑cita kemerdekaan Palestina. Dengan tetap berada dalam struktur tersebut, Indonesia berharap dapat mengoptimalkan perannya dalam proses perdamaian dunia, tanpa harus bergabung dalam struktur aliansi militer global. (Red/CKN)







