
Rusia Diduga Beri Taktik Drone Canggih ke Iran untuk Menyerang AS dan Israel
TEHERAN — Rusia kini dilaporkan telah meningkatkan dukungannya kepada Iran di tengah konflik militer yang makin intens dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yakni dengan menyediakan taktik drone canggih yang sebelumnya digunakan di medan perang Ukraina.
Menurut laporan CNN yang dikutip dari pejabat intelijen Barat, Moskow tak sekadar berbagi informasi umum, tetapi memberi “specific advice” atau saran taktis tentang cara menggunakan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicles/UAV). Ini merupakan level dukungan yang lebih tinggi dibanding bantuan intelijen biasa yang sempat diungkap sebelumnya.
Taktik Drone dari Ukraina Dibagikan ke Iran
Rusia disebut telah mengadaptasi pengalaman taktisnya dari perang di Ukraina, termasuk penggunaan gelombang serangan drone yang terkoordinasi untuk melemahkan sistem pertahanan udara lawan dan menargetkan aset strategis musuh. Dalam konflik Ukraina, Moskow telah menggunakan drone serbu satu arah buatan Iran secara besar-besaran, yang terbukti efektif menembus pertahanan musuh.
Pejabat yang diwawancarai menilai bahwa penyampaian strategi drone ini merupakan perubahan penting dalam dukungan Rusia terhadap Teheran — bukan hanya sekadar berbagi data target atau intel umum, tetapi mencakup panduan operasional yang lebih spesifik.
Drone Shahed dan Perannya di Konflik
Sebelumnya, drone Iran tipe Shahed dikenal telah dipakai secara luas di konflik Ukraina oleh pasukan Rusia. Senjata udara tak berawak tersebut berfungsi sebagai pesawat serang satu arah yang terjangkau secara biaya tetapi sulit dihadang pertahanan lawan bila diluncurkan banyak sekaligus.
Strategi serangan drone seperti ini kemudian kemungkinan diaplikasikan Iran dalam konflik yang tengah berlangsung dengan AS dan Israel, yang mencakup serangan ke instalasi militer dan target strategis di wilayah Teluk dan Timur Tengah.
Mengapa Ini Jadi Perhatian Intelijen Barat
Pembagian taktik ini dinilai oleh sumber intelijen Barat sebagai sesuatu yang “lebih mengkhawatirkan” dibanding sebelumnya, karena bukan sekadar dukungan administratif atau data intel, melainkan strategi militer konkret yang bisa mengubah cara perang modern dijalankan di kawasan.
Analisis ini menunjukkan hubungan yang semakin kompleks antara Rusia dan Iran dalam konteks konflik geopolitik global, dan menambah kekhawatiran negara-negara Barat atas eskalasi militer yang tidak terkendali di Timur Tengah. (Red/CKN)