Semangat Ririn, Siswa Disabilitas di Serang yang Tak Pernah Menyerah Menuntut Ilmu

Semangat Ririn, Siswi Disabilitas di Serang yang Tak Pernah Menyerah Menuntut Ilmu

Serang.CompasKotaNews.Com
Di tengah berbagai keterbatasan fisik yang dihadapinya, semangat belajar seorang siswi sekolah dasar asal Kabupaten Serang patut menjadi inspirasi. Ririn (11), pelajar kelas IV di SDN Cirangkong 01, Kampung Cirangkong RT 014/RW 04, Desa Cirangkong, Kecamatan Petir, terus menunjukkan tekad kuat untuk meraih pendidikan yang layak.

Floating Ad with AdSense
X

Sebagai penyandang disabilitas, Ririn tidak menjadikan kondisinya sebagai penghalang. Ia tetap aktif mengikuti kegiatan belajar di sekolah, berinteraksi dengan teman-temannya, serta membangun rasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Saya ingin terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Ririn saat ditemui awak media, Selasa (07/04/2026).

Ririn juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dinas Sosial yang telah memberikan bantuan berupa kursi roda, sehingga sangat membantu aktivitasnya, khususnya dalam menjalani kegiatan belajar di sekolah.

Meski demikian, Ririn berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan pemerintah setempat. Ia mengaku masih membutuhkan perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, dan kebutuhan penunjang lainnya agar dapat belajar dengan lebih nyaman.

Harapan serupa juga disampaikan oleh sang ibu, Rina. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan nyata bagi anaknya agar hak pendidikannya terpenuhi secara layak. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menjadi kendala tersendiri, mengingat ayah Ririn bekerja sebagai ojek online dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, agar anak kami bisa mendapatkan hak pendidikan yang sama seperti anak-anak lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah melalui Kepala SDN Cirangkong 01, Safei, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Namun, hingga saat ini pengajuan tersebut belum terealisasi.

“Kami sudah mengajukan PIP, tetapi belum mendapatkan dari pusat. Mungkin belum menjadi rezekinya,” jelasnya.

Di tingkat kecamatan, Camat Petir, Sinta Aslifiani Harjani, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti kondisi tersebut. “Baik, nanti akan kami tindak lanjuti,” ujarnya singkat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cirangkong, Sunardi, belum dapat ditemui di kantor desa. Staf desa menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang berada di luar.

Kisah Ririn menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama lingkungan sekolah, tenaga pendidik, serta masyarakat sekitar, untuk terus memberikan dukungan, empati, dan akses yang memadai bagi penyandang disabilitas. Dukungan tersebut sangat berperan dalam menjaga semangat dan kepercayaan diri mereka dalam menempuh pendidikan.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi. Hal ini juga diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan melalui sistem khusus maupun inklusif.
Kisah perjuangan Ririn menjadi cerminan bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari tekad untuk terus melangkah dan meraih cita-cita.
)red/ckn)