
Viral Mahasiswa Bentak Polisi Saat Demo di Mabes Polri, PNJ Sampaikan Permintaan Maaf
CompasKotaNews.com – Video seorang mahasiswa yang membentak aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) viral di media sosial dan memicu beragam reaksi publik.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan almamater kampus terlibat adu argumen dengan petugas yang berjaga. Peristiwa tersebut terjadi saat aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di kawasan Mabes Polri, Jakarta.
Kampus Pastikan Mahasiswa Aktif, Sampaikan Permintaan Maaf
Pihak Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) akhirnya memberikan klarifikasi setelah identitas mahasiswa dalam video tersebut diketahui.
Melalui pernyataan resminya, PNJ membenarkan bahwa pria dalam video itu merupakan mahasiswa aktif. Namun, kampus menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak tergabung dalam rombongan resmi mahasiswa yang berkoordinasi secara institusional dengan pihak kampus saat aksi berlangsung.
Manajemen PNJ menyampaikan permohonan maaf kepada institusi kepolisian dan masyarakat luas atas insiden tersebut. Kampus juga menekankan bahwa tindakan membentak aparat bukanlah cerminan nilai akademik, etika, dan tata krama yang diajarkan di lingkungan perguruan tinggi.
Proses Pendisiplinan Akan Dijalankan
Sebagai bentuk tanggung jawab, PNJ memastikan akan melakukan pembinaan dan penegakan disiplin sesuai aturan internal kampus. Proses tersebut akan mengacu pada tata tertib serta kode etik mahasiswa yang berlaku.
Langkah pendisiplinan ini diambil untuk menjaga marwah institusi serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Polisi Imbau Aksi Tetap Santun dan Tertib
Sementara itu, pihak kepolisian menghormati hak mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun demikian, aparat mengingatkan agar setiap bentuk penyampaian pendapat tetap dilakukan dengan menjunjung tinggi etika, sopan santun, dan ketertiban.
Secara umum, aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Mabes Polri tersebut berjalan aman dan kondusif. Insiden adu argumen yang viral di media sosial disebut sebagai kejadian terpisah di tengah jalannya aksi.
Pentingnya Etika dalam Menyampaikan Aspirasi
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara. Namun, penyampaian aspirasi tetap perlu dilakukan secara santun dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan polemik atau kesalahpahaman di ruang publik.
Dunia akademik pun diharapkan terus menanamkan nilai kedewasaan, dialog, serta etika komunikasi kepada mahasiswa, terutama saat terlibat dalam kegiatan demonstrasi atau aksi sosial. (Red/CKN)






