
Jakarta || Compaskotanews.com — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengungkapkan bahwa suara kalangan muda memiliki pengaruh besar dalam menentukan pilihan anggota legislatif maupun Presiden dan Wakil Presiden RI. Dari total 204.807.222 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sekitar 60 persennya atau lebih dari 100 juta merupakan kalangan muda.
Bamsoet, demikian ia akrab disapa, menyampaikan hal tersebut setelah pertemuan dengan Ketua Pemuda Pancasila Purbalingga, Gatot Bondan Kurniawan, dan jajaran pengurus Pemuda Pancasila Purbalingga pada Senin (11/12/23).
“Generasi Y, yang lahir antara tahun 1981-1996, menyumbang sekitar 32.3 persen dari total DPT, sedangkan pemilih generasi Z yang lahir antara tahun 1997-2007 mencapai 21,1 persen,” ujar Bamsoet dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemilih muda cenderung skeptis dan selektif dalam memilih isu kampanye, bukan sepenuhnya apatis. Hal ini menjadi tantangan bagi organisasi kepemudaan seperti Pemuda Pancasila untuk merangkul kalangan muda agar aktif dalam Pemilu dan memastikan kejujuran serta keadilan dalam prosesnya.
Menghadapi Pemilu 2024, kekuatan Pemuda Pancasila terlihat tersebar di berbagai lini, baik dalam Pemilu legislatif maupun Pilpres. Banyak yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota.
Bamsoet menjelaskan bahwa tiga wakil ketua umum Pemuda Pancasila memiliki peran penting di tiga tim pemenangan capres-cawapres. Selain partainya yang mendukung Prabowo-Gibran, juga ada dukungan untuk Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Sebagai organisasi, Pemuda Pancasila mendukung siapapun yang terpilih dalam Pileg maupun Pilpres, memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk menentukan pilihan politik sesuai hati nurani masing-masing.
Di Kabupaten Purbalingga, Pemuda Pancasila memiliki anggota sebanyak 2.700 jiwa dan puluhan ribu simpatisan serta kader. Mereka berhasil mengkonsolidasikan organisasi hingga ke tingkat basis desa dan RT/RW, serta terus berkontribusi menjaga kondusifitas dan keharmonisan masyarakat.
Bamsoet menegaskan bahwa perjalanan 62 tahun Pemuda Pancasila di tingkat nasional, yang melibatkan berbagai romantika, dinamika, dan kompleksitas, tetap menjaga soliditas dan konsistensi dalam memegang komitmen untuk mengabdikan diri menjadi penegak nilai luhur Pancasila sebagai ideologi, pandangan hidup, dan dasar negara.
(Tf/red)

