Peningkatan Jalan Nasional Serang, Cikande, Rangkasbitung, Koalisi Sipil Ungkap Dugaan Kejanggalan Di Proyek.

oleh

Compaskotanews. Com. Koalisi Masyarakat Madani mengungkap dugaan kejanggalan dalam proyek peningkatan jalan nasional Serang-Cikande-Rangkasbitung (SCR) yang dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Banten. Mereka menyoroti nilai besar proyek tersebut dan dugaan kejanggalan yang terjadi sejak proses lelang hingga pengerjaan di lapangan.

Koalisi ini terdiri dari Forum Masyarakat Peduli Lingkungan dan Perkumpulan Trisula Bakti Nusantara. Mereka telah mengirimkan surat audiensi terkait peningkatan jalan nasional SCR yang memiliki pagu anggaran lebih dari 240 miliar rupiah secara multiyear. Namun, sayangnya, surat tersebut tidak mendapat tanggapan dari BPJN.

Dugaan kejanggalan dalam proyek ini memicu keprihatinan dari aktifis pemerhati pembangunan di Banten. Mereka menganggap bahwa peningkatan jalan nasional SCR seharusnya menjadi prioritas bagi pemerintah daerah, namun adanya dugaan kejanggalan dalam proses lelang dan pelaksanaan proyek menimbulkan keraguan terhadap transparansi dan akuntabilitas pihak terkait.

Salah satu kejanggalan yang diungkapkan oleh Koalisi Masyarakat Madani adalah ketidakterbukaan dari BPJN dalam merespons surat audiensi yang telah mereka kirimkan. Koalisi ini berharap agar pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang jelas mengenai proyek ini dan menjamin transparansi dalam penggunaan anggaran publik.

Peningkatan jalan nasional SCR memiliki peran penting dalam memfasilitasi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten. Oleh karena itu, dugaan kejanggalan dalam proyek ini perlu segera ditindaklanjuti dan diinvestigasi secara menyeluruh untuk memastikan integritas dan kualitas proyek yang dilaksanakan.

Koalisi Masyarakat Madani berharap agar pemerintah daerah dan instansi terkait dapat mengambil langkah-langkah yang transparan dan akuntabel dalam menangani dugaan kejanggalan ini. Masyarakat juga diharapkan dapat terus mengawasi dan memperhatikan jalannya proyek pembangunan di daerah mereka guna memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan memenuhi standar kualitas yang tinggi imbuhnya.

BACA JUGA :  Tiang listrik milik PLN saat ini banyak di tumpangi nirkabel Wifi di duga tidak mengantongi ijin

Red (yd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *