2 Kubu dari Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud Bersiap Ajukan PHPU ke MK: Analisis dan Prospek

oleh

Jakarta || Compaskotanews.com — Pengamat Nilai Langkah Bersama untuk Membangun Kasus
Dalam analisisnya, Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada, Dian Agung Wicaksono, menyoroti langkah yang harus diambil oleh pasangan calon nomor urut satu, Anies-Cak Imin, dan nomor urut tiga, Ganjar-Mahfud. Kedua pasangan tersebut, yang telah mencatat dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024, diharapkan akan bersatu dalam mengajukan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Dian, langkah krusial adalah menyampaikan bukti konkret terkait kecurangan yang dapat mengakibatkan peningkatan suara bagi pasangan tersebut, sehingga mereka dapat memenuhi syarat minimal untuk melanjutkan ke putaran kedua berdasarkan Pasal 6A ayat 3 UUD.

Tantangan Persyaratan Konstitusional
Dian menyoroti pentingnya memastikan bahwa suara pasangan tersebut memenuhi persyaratan di setiap provinsi, selain hanya memperhatikan total suara secara nasional. Namun, tantangan terbesar adalah membuktikan perbedaan suara yang diklaim sebagai milik pasangan calon mereka.

Pentingnya Akurasi Data dalam Perhitungan Suara
Di sisi lain, Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menekankan pentingnya mengacu pada real count KPU, bukan hanya quick count, untuk memastikan akurasi data. Quick count, sebagai metode sampel, tidak mencerminkan totalitas data pemilih secara menyeluruh, sehingga akurasi perhitungannya patut dipertanyakan.

Implikasi Pasal Konstitusi terhadap Kemungkinan Putaran
Herdiansyah juga menyoroti bahwa meskipun satu pasangan calon memenangkan lebih dari 50% suara sah, namun tidak memenuhi persyaratan persebaran yang ditetapkan oleh Pasal 6A ayat 3 UUD, maka putaran kedua akan menjadi keharusan. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan tidak hanya bergantung pada jumlah suara, tetapi juga pada aspek persebaran suara yang merata di seluruh provinsi.

Progres Hitung Suara Menunjukkan Dinamika Kompetisi
Berangkat dari progres hitung suara Pilpres KPU, tampaknya pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan margin yang signifikan. Namun, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud masih memiliki kesempatan untuk memperjuangkan keberatan mereka melalui jalur hukum yang tersedia.

BACA JUGA :  Dinsos Pandeglang Estafet Monitoring Penyaluran PKH Dan BPNT Pastikan Tepat Sasaran

Prospek Langkah Selanjutnya
Dengan kondisi politik yang terus berubah dan dinamika perhitungan suara yang belum selesai, langkah-langkah berikutnya dari pasangan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud akan menjadi sorotan utama dalam upaya mereka untuk mengajukan PHPU ke MK, serta bagaimana mereka mengelola bukti dan strategi hukum mereka dalam menghadapi perdebatan yang sedang berlangsung.

(Tf/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *