Proyek Telan 30 Miliar Belum Satu Tahun Beton Penyanggah Ambrol: Tanjakan Bangangah Menes Pandeglang Jadi Sorotan Publik

oleh

Pandeglang, Jum’at 15 Maret 2024 || Compaskotanews.com — Proyek pembangunan tanjakan Bangangah di ruas jalan Mengger-Caringin, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan publik setelah terjadi keretakan dan sebagian ambrol pada beton penyanggah tanah. Peristiwa ini menjadi viral di berbagai media sosial, terutama di grup WhatsApp, karena potensi bahaya yang dapat ditimbulkan bagi pengendara yang melintas di area tersebut.

Proyek ini merupakan inisiatif dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, yang dikerjakan oleh kontraktor PT Bangun Azima Cipta Mandiri dengan anggaran mencapai Rp. 28.976.606.000,-. Ambrolnya struktur beton penyanggah menimbulkan pertanyaan akan kualitas dan keandalan konstruksi proyek yang telah menelan anggaran begitu fantastis.

Ketua Ormas LAPBAS, dalam sebuah pernyataan kepada media, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menekankan bahwa dengan besarnya anggaran yang digunakan, seharusnya konstruksi proyek tersebut memiliki mutu dan kualitas yang baik. Adanya keretakan dan ambrol pada beton penyanggah menimbulkan dugaan akan kegagalan konstruksi proyek.

Meski demikian, Kepala DPUPR Provinsi Banten, Arlan, menegaskan bahwa proyek tersebut sedang dalam tahap perbaikan. Menurutnya, ada penyempurnaan konstruksi yang dilakukan untuk memastikan keamanan dan keandalan struktur. Lokasi yang mengalami kerusakan sedang diperbaiki tanpa biaya tambahan. Arlan juga mengundang wartawan untuk melakukan pemantauan langsung terhadap proses perbaikan tersebut.

Kritik terhadap kegagalan konstruksi proyek pembangunan tanjakan Bangangah masih terus bergema di masyarakat. Banyak pihak menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan akan proses pemilihan kontraktor dan pengawas proyek yang lebih ketat untuk memastikan kualitas pekerjaan yang memadai.

Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembangunan infrastruktur guna mencegah kerugian dan potensi bahaya bagi masyarakat. Keamanan dan kualitas struktur bangunan harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan yang dilakukan, demi kepentingan bersama dan keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA :  10 Makanan Yang Bisa Menurunkan Kolesterol Tinggi, Enak Dan Mudah di Dapat

Masyarakat juga diharapkan untuk lebih proaktif dalam mengawasi dan melaporkan potensi masalah dalam proyek pembangunan di sekitar mereka. Dengan demikian, potensi kegagalan konstruksi seperti yang terjadi pada proyek tanjakan Bangangah dapat diantisipasi dan dicegah sejak dini.

Terkait hal ini, pihak terkait diharapkan untuk memberikan klarifikasi yang jelas dan transparan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki masalah serta langkah-langkah preventif yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sebagai pembelajaran, kegagalan konstruksi pada proyek pembangunan tanjakan Bangangah menjadi momentum bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian mutu dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur. Hanya dengan demikian, pembangunan yang berkelanjutan dan aman bagi masyarakat dapat tercapai.

Diharapkan, kejadian ini juga menjadi panggilan bagi seluruh pihak terkait untuk meningkatkan komitmen terhadap integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya demi kepentingan publik. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga terkait akan semakin kuat jika langkah-langkah yang tepat dan tanggap dilakukan dalam mengatasi masalah ini.

***Ckn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *