Kebakaran Hebat di Kota Serang: Rumah Ludes, Pemilik Rumah Mbok Sani Selamat

oleh
Kebakaran Hebat di Kota Serang: Rumah Ludes, Pemilik Rumah Mbok Sani Selamat

Serang Kota, 24 April 2024 || Compaskotanews.com — Sebuah kebakaran hebat melanda rumah seorang janda berusia 78 tahun, Mbok Sani, di Lingkungan Kubang, RT 022/RW 001, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, pada Rabu malam. Api yang berkobar mulai sekitar pukul 23:00 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar setengah jam kemudian tanpa menimbulkan korban jiwa.

Menurut kesaksian Arsad, seorang warga setempat, api pertama kali terlihat di bagian dalam rumah Mbok Sani, yang biasa tinggal bersama cucunya. “Saya melihat ada api di dalam rumah Mbok Sani. Biasanya beliau menggunakan obat nyamuk sebelum tidur. Saya kira karena faktor usia, obat nyamuknya terpental dan menyambar motor yang terparkir di dalam rumah,” kata Arsad.

Kejadian ini mengejutkan warga setempat, namun lokasi rumah Mbok Sani yang agak terpisah dari pemukiman padat membuat api tidak merembet ke bangunan lain. Warga sekitar dengan sigap mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan Mbok Sani dan membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Syukur alhamdulillah, warga bergerak cepat membantu Mbok Sani keluar dan memadamkan api. Sekitar pukul 23:30 WIB, api sudah berhasil dikendalikan,” tambah Arsad. Meski demikian, kerugian yang ditimbulkan cukup besar, mencapai 100 juta Rupiah, karena rumah tersebut ludes terbakar beserta isinya.

Arsad juga mengungkapkan rasa simpati dan harapannya agar pemerintah setempat memberikan bantuan kepada Mbok Sani, yang kini kehilangan tempat tinggal. “Semoga ada yang bisa membantu Mbok Sani dan cucunya untuk membangun kembali rumah mereka,” ujarnya.

Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini. Petugas pemadam kebakaran setempat juga menyatakan bahwa api berhasil dikendalikan dengan cepat berkat kerja sama warga. Mereka juga menyarankan agar masyarakat berhati-hati saat menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan api, terutama di malam hari.

BACA JUGA :  Tekankan Terkait Polisi RW,Ini Arahan Wakapolda Banten Pada Saat Pimpin Apel Pagi

Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini, meski dugaan awal mengarah pada obat nyamuk yang menyebabkan percikan api. Kasus ini menjadi pengingat bagi semua orang akan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan alat-alat rumah tangga yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat setempat, yang kini berbondong-bondong memberikan dukungan kepada Mbok Sani. Beberapa warga bahkan mulai mengumpulkan dana untuk membantu membangun kembali rumah yang telah hancur.

Kisah kebakaran ini menunjukkan solidaritas komunitas dalam menghadapi musibah. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meringankan beban Mbok Sani dan cucunya dalam membangun kembali kehidupan mereka setelah kehilangan tempat tinggal.

(Tf/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *