Kunjungan Media Compaskota Paska Banjir Bandang di Kelurahan Kasunyatan Kota Serang: 6 Kampung Terendam Tapi Tidak Ada Korban Jiwa

oleh

Serang Kota 15 Januari 2026 — Media Online Compaskota Pada sore hari pukul 14.00 WIB, lakukan kunjungan kerja untuk mengevaluasi kondisi pasca banjir bandang yang melanda Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kesemen. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memahami dampak yang ditimbulkan serta upaya bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat terdampak, dengan menghadapkan langsung Ibu Neng selaku Lurah Kelurahan Kasunyatan.

Menurut keterangan Ibu Lurah, kejadian banjir bandang terjadi mulai hari Jumat malam hingga Sabtu pagi tanggal 2 (tanggal tidak disebutkan secara lengkap). Bencana tersebut tidak hanya menyasar Kelurahan Kasunyatan, melainkan juga Kelurahan Kasihan, dengan total 6 kampung terdampak. Wilayah yang terkena imbas banjir antara lain: Puri Keraton, Kroya Baru, Kroya Permai, Kroya Indah, Jebang Bayi, Kroya Lama, Suka Diri, Kebon Kelapa, dan Sindangsari.

Floating Ad with AdSense
X

“Kalau dihitung per Kartu Keluarga (KK), ada sebanyak 1.246 KK yang terdampak,” ujar Ibu Lurah. Namun demikian, beliau mengungkapkan rasa syukur karena tidak ada laporan mengenai rumah yang roboh maupun korban jiwa akibat bencana tersebut.

Pada saat kejadian banjir, pihak kelurahan telah melakukan langkah antisipatif dengan mengungsikan masyarakat yang paling rentan, seperti lansia dan mereka yang memiliki mobilitas terbatas. Tempat pengungsian disiapkan di Madrasah Barokah Kroya serta beberapa masjid dan mushola di wilayah Kroya – yang menjadi kawasan terdampak paling parah.

“Namun untuk masyarakat di wilayah lain, mereka tidak mau diungsikan karena merasa kondisi di tempat tinggal mereka masih dapat dijangkau,” jelas Ibu Lurah.

Bantuan tetap datang dari berbagai pihak:

  • Makanan: Diberikan 3 kali sehari (pagi, siang, malam) oleh Dinas Sosial (Dinsos), serta dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI).
  • Air bersih: Disalurkan oleh PDAM untuk kebutuhan masyarakat terdampak.
  • Kebutuhan kesehatan: Tim dari Puskesmas, TNI, dan PMI siap menangani kasus kesehatan di pengungsian, termasuk memberikan perawatan bagi yang sakit.
  • Sembako dan perlengkapan lain: Ada bantuan beras dan sembako (meskipun jumlah terbatas sesuai dengan jumlah korban), serta selimut yang diberikan langsung oleh Ibu Wali Kota.
BACA JUGA :  Dunia Ramai-Ramai Adakan Gerakan Boikot Terhadap Produk Milik Israel dan Berhasil, Segini Kerugiannya

“Kita juga memiliki tim standby yang bekerja tanpa henti mulai dari Jumat malam hingga pagi hari pukul 03.00 WIB, bersama dengan pasukan PACMAN untuk memastikan keselamatan masyarakat,” tambah Ibu Lurah.

Saat ditanya mengenai keluhan masyarakat, Ibu Lurah menyampaikan bahwa sebagian besar warga merasa khawatir akan potensi korban jiwa, namun juga menyadari bahwa hujan merupakan karunia dari Allah SWT yang bisa membawa rahmat maupun ujian.

“Banyak masyarakat yang mengeluh karena aktivitas sehari-hari terganggu, tapi akhirnya mereka bisa menerima kondisi ini dengan hati yang lapang,” ujarnya.

Saat air banjir mulai surut sejak hari Minggu dan cuaca menjadi cerah pada hari Senin berikutnya. Meskipun demikian, di beberapa pemukiman, genangan air baru benar-benar hilang setelah 4 hari. Saat ini, masyarakat telah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan dan memulihkan aktivitas sehari-hari.

(Ckn/red)