Toni Firdaus: Selaku Penggiat Publik Banten Berikan Masukan Langkah Strategis Pada Walikota Serang KBR Demi Kemajuan Kota Serang

oleh

Serang Kota || 15 Januari 2026 Compaskotanews.com —
Toni Firdaus, perumah penggiat publik dari Banten, mengangkat sejumlah isu krusial dan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah Kota Serang, khususnya kepada Kepala Badan Kepegawaian dan Reformasi Birokrasi (KBR) Kang Budi Restandi. Menurut Doni Firdaus, kunci utama kemajuan Kota Serang terletak pada kualitas kepemimpinan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di mana para kepala OPD diharapkan memiliki kecerdasan yang mumpuni dan wawasan yang luas agar setiap upaya peningkatan kualitas kota dapat terserap dengan baik di setiap level pelaksanaan.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian Toni Firdaus adalah kondisi di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Serang, di mana banyak ditemukan pembangunan ko kosan liar bertingkat di kawasan perumahan bertaraf MBR yang dibangun secara komersial. Masyarakat dengan sengaja membangun tanpa melalui proses pengurusan izin mendirikan bangunan yang sesuai peraturan, dan hal ini selama ini tidak mendapatkan perhatian yang optimal dari pemerintah Kota Serang. Pembangunan liar tidak hanya mengganggu tata ruang kota yang telah ditetapkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah keamanan bangunan, sanitasi, serta kesesuaian prasarana dan sarana pendukung yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Floating Ad with AdSense
X

Isu Perizinan Kos-kosan dan Potensi Pendapatan Daerah yang Belum Tersentuh

Selain itu, Toni Firdaus juga menyoroti persoalan perizinan kos-kosan di Kota Serang yang jumlahnya mencapai ribuan unit, namun hingga saat ini belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Banyak kos-kosan yang belum memiliki izin resmi dan bahkan belum menyumbangkan kontribusi pajak kepada daerah, padahal ini dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang signifikan jika dikelola secara profesional. Pengelolaan perizinan kos-kosan yang baik tidak hanya akan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga dapat menjamin kualitas pelayanan bagi penghuni kos-kosan, serta mengantisipasi potensi masalah sosial dan keamanan yang mungkin muncul.

BACA JUGA :  Beras Kemasan 5 Kilogram Hilang dari Pasaran, Warga Kota Majalengka Terpaksa Mencari dan Beli Beras Impor

Selanjutnya, Toni Firdaus menegaskan bahwa potensi pariwisata di Kota Serang masih belum tergarap secara maksimal dan belum menunjukkan terobosan yang luar biasa untuk menjadi daya tarik andalan Kota Serang provinsi Banten. Sebagai bagian dari upaya pengembangan pariwisata, Toni Firdaus pernah menghubungi Walikota Serang Budi Rustandi melalui chat WhatsApp untuk mengusulkan ide pembangunan konsep baru pada Hutan Kota Serang. Ide tersebut adalah mengembangkan kawasan hutan kota menjadi destinasi wisata yang menarik dengan berbagai fasilitas rekreasi, seperti taman kelinci, taman bunga, atau area konservasi satwa lokal. Tujuan utama dari pengembangan ini adalah menjadikan Hutan Kota Serang sebagai target kunjungan dan minat pengunjung dari berbagai daerah.

Pengembangan tempat rekreasi dan wisata di Kota Serang diharapkan dapat menjadi terobosan penting dalam meningkatkan citra kota dan menarik lebih banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar provinsi. Dalam hal ini, Dinas Pertanian Kota Serang dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Serang diharapkan dapat bekerja sama secara sinergis untuk merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat membuat Kota Serang semakin maju dan digandrungi oleh masyarakat dari berbagai daerah di Banten bahkan seluruh Indonesia.

“Demi kemajuan Kota Serang yang lebih baik, kami selaku pengamat publik akan terus memberikan dukungan penuh dan mengawal setiap langkah yang diambil oleh pemerintah daerah,” ujar Toni Firdaus

(Ckn/red)