
Korban Plafon Ambruk di SMAN 5 Kabupaten Tangerang Bertambah, Total 12 Siswa Terluka
Kabupaten Tangerang — Jumlah korban akibat insiden ambruknya plafon ruang kelas di SMA Negeri 5 Kabupaten Tangerang bertambah menjadi 12 siswa. Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dan sempat membuat suasana panik di lingkungan sekolah.
Insiden terjadi pada Kamis pagi, ketika sejumlah siswa sedang mengikuti pelajaran di dalam kelas. Tiba-tiba, plafon bangunan runtuh dan menimpa para siswa yang berada di bawahnya. Material plafon yang jatuh menyebabkan beberapa siswa mengalami luka.
Berdasarkan data sementara, 12 siswa terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 10 siswi mengalami luka ringan hingga sedang. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, sementara sebagian lainnya ditangani di lokasi kejadian.
Pihak sekolah menyatakan bahwa mayoritas korban mengalami luka memar dan goresan, serta tidak ada korban yang mengalami luka berat. Meski demikian, kejadian tersebut tetap menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan peserta didik.
Diduga Dipicu Kondisi Bangunan dan Cuaca
Ambruknya plafon diduga kuat akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan diperparah oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak pagi hari. Air yang merembes ke bagian atap menyebabkan struktur plafon melemah hingga akhirnya runtuh.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang terdampak. Area tersebut kini dipasangi garis pengaman dan dinyatakan tidak boleh digunakan sampai proses pengecekan dan perbaikan selesai.
KBM Dialihkan, Bangunan Dievaluasi
Manajemen sekolah bersama dinas terkait saat ini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah, guna memastikan keamanan ruang kelas lainnya. Proses evaluasi dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Selama proses perbaikan berlangsung, sekolah mempertimbangkan untuk mengalihkan kegiatan pembelajaran, baik dengan menggunakan ruang kelas alternatif maupun melalui metode pembelajaran daring.
Pihak sekolah juga mengimbau seluruh siswa dan orang tua agar tetap tenang serta mempercayakan penanganan kejadian ini kepada pihak berwenang. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya perawatan dan pengawasan rutin terhadap fasilitas pendidikan, demi menjamin keselamatan seluruh warga sekolah. (Red/CKN)








