
KPSTI Banten Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk Pelestarian Silat Tradisi
Serang | CompasKotaNews.com
Rabu, 4 Februari 2026
Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Provinsi Banten menggelar audiensi resmi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dalam upaya pelestarian pencak silat tradisi, yang merupakan warisan budaya luhur masyarakat Banten.
Audiensi berlangsung di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Rabu (4/2/2026), dalam suasana dialog yang hangat dan konstruktif. Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan KPSTI Banten untuk mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan pencak silat tradisi, yang telah diakui dunia internasional sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.
Dalam audiensi tersebut, KPSTI Provinsi Banten diwakili oleh Ketua KPSTI Banten Yayat Supriatna, Sekretaris Nasrullah, Wakil Ketua H. Jumadi Alek, serta jajaran pengurus lainnya. Sementara dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Banten hadir Rita dan Ican dari Seksi Kesenian dan Budaya.
Pihak Dinas Pendidikan menyambut baik kehadiran KPSTI Banten dan menyatakan apresiasi atas inisiatif pelestarian budaya yang terus digencarkan oleh komunitas pencak silat tradisi. Kedua belah pihak sepakat bahwa pencak silat tradisi tidak sekadar dipandang sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai identitas budaya, sarana pembentukan karakter, serta kekuatan sosial masyarakat Banten
.
Ketua KPSTI Provinsi Banten, Yayat Supriatna, menegaskan bahwa audiensi ini diharapkan menjadi pintu awal terbangunnya kerja sama jangka panjang yang konkret dan berkelanjutan. Salah satu program prioritas yang disampaikan adalah pendataan serta inventarisasi perguruan pencak silat tradisi yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten.
“Pendataan ini sangat penting agar pencak silat tradisi tidak hanya hidup di komunitas, tetapi juga tercatat secara resmi sebagai aset budaya daerah yang harus dijaga bersama,” ujar Yayat.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KPSTI Provinsi Banten, Nasrullah, menekankan bahwa tanggung jawab pelestarian pencak silat tradisi merupakan tugas kolektif, terlebih setelah pencak silat mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Ia juga mendorong agar pencak silat tradisi dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran muatan lokal (Mulok) di satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
“Pengakuan UNESCO harus diiringi langkah nyata di daerah. Jika tidak dirawat dengan baik, nilai-nilai luhur silat tradisi bisa tergerus oleh perkembangan zaman,” tegas Nasrullah.
Wakil Ketua KPSTI Banten, H. Jumadi Alek, turut menyampaikan harapannya agar pencak silat tradisi tidak hanya masuk dalam kurikulum muatan lokal, tetapi juga mendapat ruang tampil dalam berbagai agenda dan event resmi Pemerintah Provinsi Banten sebagai bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi budaya daerah.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Rita dari Seksi Kesenian dan Budaya Dinas Pendidikan Provinsi Banten menyatakan kesepahaman penuh terhadap visi dan gagasan KPSTI Banten. Ia menegaskan kesiapan Dinas Pendidikan untuk bersinergi dalam berbagai program pelestarian budaya, khususnya pencak silat tradisi sebagai warisan leluhur bangsa.
“Kami sangat mendukung inisiatif KPSTI. Kolaborasi seperti ini penting agar pelestarian budaya dapat berjalan terarah, terprogram, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ican, yang berharap ke depan kerja sama antara KPSTI dan Dinas Pendidikan dapat diwujudkan dalam program-program yang lebih aktif, partisipatif, serta menyentuh langsung komunitas perguruan pencak silat tradisi di Provinsi Banten. Ia juga menyatakan komitmen untuk ikut mendorong kebijakan agar pencak silat tradisi dapat masuk sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah.
Audiensi ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan pencak silat tradisi sebagai jati diri budaya masyarakat Banten.
(Rie/red)






