Walikota Serang KBR: Menjawab Seribu Tangtangan Permasalahan dengan Proyek Strategis yang Mengubah Wajah Kota

oleh

Serang Kota || Compaskotanews.com — Walikota Serang Kang Budi Rustandi (KBR) tengah menghadapi berbagai tantangan yang digambarkan sebagai “seribu tangtangan” dari berbagai permasalahan yang menjadi fokus utama masyarakat Kota Serang. Dari isu-isu dasar yang selama ini menjadi beban hingga peluncuran sejumlah mega proyek berkelas nasional, langkah-langkah kepemimpinan KBR kini menjadi sorotan publik yang diharapkan mampu mengubah wajah Kota Serang menjadi destinasi perkotaan yang lebih baik.

Beberapa permasalahan krusial yang tengah menjadi prioritas penanganan Pemerintah Kota Serang antara lain

Floating Ad with AdSense
X

Masalah yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade ini seringkali menyebabkan gangguan sanitasi dan kerusakan lingkungan di berbagai wilayah kota. Akumulasi sampah yang tidak terkelola dengan baik berdampak langsung pada kualitas udara, sumber air, dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan sementara.

Banjir: Sebanyak puluhan wilayah di Kota Serang termasuk Kelurahan Cipocok Jaya, Serang Kulon, dan Babakan masih rentan terhadap banjir setiap musim hujan.

Faktor utama penyebabnya adalah drainase kota yang belum optimal, saluran air yang sering tersumbat sampah, serta pembangunan permukiman di kawasan rawan banjir yang belum terkontrol dengan baik. Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat tetapi juga menghambat laju perkembangan ekonomi lokal, terutama pada sektor perdagangan dan industri kecil.

Pembangunan Berbagai Bidang: Perkembangan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten membutuhkan pembangunan yang menyeluruh di sektor pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum. Saat ini, masih banyak sekolah yang memiliki ruang kelas terbatas dan fasilitas yang tidak memadai, serta puskesmas yang kekurangan tenaga kesehatan dan alat medis. Keterbatasan akses terhadap fasilitas ini menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan daya saing Kota Serang di tingkat provinsi dan nasional.

BACA JUGA :  Panja Komisi VIII DPR Sepakat Biaya Ongkos Naik Haji Tahun 2024 di Perkirakan Jadi Rp 93,4 Juta Per Jemaah

Pembangunan Infrastruktur Jalan: Banyak ruas jalan utama dan sekunder di Kota Serang seperti Jalan Raya Serang-Cilegon, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Veteran sering mengalami kerusakan permukaan akibat beban kendaraan yang tinggi dan kurangnya pemeliharaan rutin. Hal ini menyebabkan kemacetan yang parah pada jam sibuk dan memperlambat distribusi barang serta mobilitas masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Kota Serang melalui kepemimpinan KBR tengah menggulirkan sejumlah mega proyek ambisius yang diharapkan dapat mengubah wajah kota secara menyeluruh

Transformasi Alun-Alun Kota Serang: Proyek dengan nilai investasi mencapai 48 miliar rupiah ini bertujuan untuk menjadikan alun-alun sebagai destinasi edukasi wisata di tengah kota. Rencana desainnya mencakup pembangunan area taman hijau yang luas, ruang pameran budaya, pusat informasi kota, serta fasilitas pendukung seperti taman bermain anak dan area kuliner khas Banten. Dengan konsep yang lebih modern dan ramah lingkungan, alun-alun yang baru diharapkan dapat menjadi ikon baru Kota Serang dan menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.

TPA Cilowong yang berlokasi di Kecamatan Taktakan telah resmi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Pusat. Berikut adalah rincian proyek besar yang akan dibangun di lokasi tersebut

Pembangunan PSEL (Pembangunan Sarana dan Prasarana Energi Limbah): Proyek dengan nilai paket mencapai 5,7 triliun rupiah ini akan dibangun pada tahun ini oleh PT Danantara Engineering Indonesia. PSEL dirancang untuk mengolah sampah padat menjadi energi listrik dengan kapasitas yang cukup untuk memasok kebutuhan energi sebagian wilayah Kota Serang. Selain itu, proyek ini juga akan menghasilkan bahan baku industri seperti kompos dan plastik daur ulang, sehingga tidak hanya mengatasi masalah sampah tetapi juga menghasilkan sumber energi baru yang ramah lingkungan.

BACA JUGA :  Karnita Raih Gelar Kepala Sekolah Dedikatif 2024: Inspirasi Terobosan Terbaru dari SDN Baluk

Pengolahan Limbah Tinja: Proyek yang mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Pusat dengan nilai paket mencapai puluhan miliar rupiah ini akan membangun fasilitas pengolahan limbah tinja skala besar di kawasan TPA Cilowong. Limbah tinja yang diolah akan diubah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang dapat digunakan oleh petani di wilayah sekitar, sekaligus meningkatkan sanitasi lingkungan dan mencegah pencemaran sumber air tanah.

Kerjasama Pembuangan Sampah: Pemerintah Kota Serang telah menjalin Program Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan nilai kontrak 57 juta rupiah per tahun dan Pemerintah Kabupaten Serang dengan nilai 19 juta rupiah per tahun. Melalui kerjasama ini, sampah dari kedua daerah tersebut akan dibuang dan diolah secara terpadu di TPA Cilowong. Selain membantu mengatasi masalah sampah di wilayah sekitar, kerjasama ini juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang dengan angka yang signifikan.

Dengan berbagai upaya penanganan permasalahan dan pelaksanaan mega proyek yang ambisius, masyarakat Kota Serang memiliki harapan besar terhadap kemajuan kota di bawah kepemimpinan KBR. Meskipun pelaksanaan proyek mungkin menghadapi berbagai rintangan seperti keterbatasan anggaran, koordinasi antar pihak, dan perizinan, langkah-langkah yang diambil ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk mengubah Kota Serang menjadi kota yang lebih baik, lebih maju, dan lebih layak huni. Semua pihak termasuk masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah sekitar diharapkan dapat bekerja sama dan memberikan dukungan penuh agar semua proyek ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan Kota Serang dan kesejahteraan masyarakatnya.

(Ckn/red)