Siapapun Kita Jangan Pernah Remehkan Orang Lain, Refleksi Tanggung Jawab: Hikmah dari Peran Sopir, Masinis, dan Pilot

oleh

SERANG KOTA || Compaskotanews.com – Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita terjebak dalam penilaian yang berlebihan terhadap profesi tertentu, atau sebaliknya, meremehkan peran orang lain. Namun, sebuah refleksi mendalam tentang peran sopir, masinis, dan pilot menawarkan perspektif baru tentang tanggung jawab, kepercayaan, dan kemanusiaan.

Seorang sopir, masinis, atau pilot menjalankan tugasnya tanpa pernah mengetahui secara mendalam latar belakang para penumpangnya. Di dalam kendaraan yang mereka kemudikan, mungkin saja terdapat seorang Kiyai, ustad, pendeta, ilmuwan, atau tokoh masyarakat lainnya. Para penumpang pun, meskipun tidak tahu apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan oleh pengemudi saat itu, bersatu dalam satu doa: memohon keselamatan perjalanan menuju tujuan.

Floating Ad with AdSense
X

Inti dari peran mereka terletak pada tanggung jawab yang luar biasa. Seorang sopir, masinis, atau pilot memegang nyawa dan keselamatan ratusan orang di tangannya. Mereka bertanggung jawab penuh agar setiap penumpang, tanpa memandang status atau latar belakang, dapat sampai di tujuan dengan selamat.

Hal ini mengajarkan kita untuk tidak pernah meremehkan orang lain dalam perkara pekerjaan dan profesi masing-masing. Dalam kehidupan, kita tidak selalu bergantung pada orang-orang dari satu profesi yang sama. Setiap pekerjaan, besar atau kecil, memiliki nilai dan peran yang harus dihargai.

Pada hakikatnya, semua manusia adalah makhluk biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada profesi yang sempurna, dan tidak ada individu yang tanpa cela. Oleh karena itu, memuja-muja atau menyanjung-nyanjung satu profesi di atas yang lain seringkali tidak proporsional.

Yang membuat peran sopir, pilot, dan masinis menjadi luar biasa bukanlah status sosial mereka, melainkan beban tanggung jawab yang mereka pikul demi keselamatan orang lain. Mereka adalah “imam” dalam perjalanan, memimpin “makmum” (penumpang) menuju tujuan.

BACA JUGA :  Driver Ojol Dapat THR 20% dari Gojek & Grab! Cek Syarat & Skemanya di Sini!

Refleksi ini mengajarkan bahwa dalam setiap perjalanan, baik itu perjalanan fisik maupun perjalanan hidup berkelompok, harus ada “imam” dan “makmum”. Ada nilai tanggung jawab yang harus diemban oleh pemimpin, dan ada kepercayaan yang harus diberikan oleh pengikut.

Sebagaimana penumpang yang percaya pada kemampuan sopirnya, kita juga harus belajar menghargai dan mempercayai orang lain dalam bidang keahlian mereka. Dengan demikian, kita dapat membangun masyarakat yang saling menghormati, bertanggung jawab, dan bergerak bersama menuju tujuan yang baik.

(Ckn /red)