
Wagub Banten Tegaskan Pers Pilar Demokrasi dan Mitra Strategis Pembangunan
Pandeglang,CompasKotaNews.Com
6 Februari 2026 — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan posisi pers sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus pilar demokrasi yang berperan krusial dalam mengawal pembangunan, menjaga akuntabilitas kebijakan, serta memastikan publik memperoleh informasi yang benar dan berimbang
.
Hal tersebut disampaikan Dimyati saat memberikan sambutan pada Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Jumat (6/2).
Dalam momentum peringatan HPN, ia menyampaikan apresiasi kepada insan pers atas kontribusinya dalam menjaga kualitas demokrasi dan ketahanan informasi di tengah derasnya arus digital.
“Pers bukan sekadar penyampai kabar. Ia mitra pemerintah dalam pembangunan, penegak keadilan sosial, sekaligus penjaga kepentingan publik. Selamat Hari Pers Nasional 2026,” ujar Dimyati.
Dimyati menguraikan setidaknya tiga peran utama pers di tengah masyarakat.
Pertama, menyampaikan kebenaran melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, terutama di era banjir informasi dan maraknya hoaks. Menurutnya, pers memiliki mandat moral untuk memverifikasi fakta dan meluruskan disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik.
Kedua, pers berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Aspirasi warga, keluhan pelayanan publik, hingga persoalan infrastruktur dapat tersampaikan secara cepat dan sistematis melalui pemberitaan. “Ketika ada jembatan roboh atau layanan publik bermasalah, pers memberitakannya, pemerintah membaca, lalu bertindak. Di situlah fungsi penghubung bekerja,” jelasnya.
Ketiga, pers menjalankan kontrol sosial atas kebijakan dan praktik pemerintahan. Melalui liputan investigatif dan analisis kebijakan, pers memberikan peringatan dini terhadap potensi penyimpangan serta mendorong perbaikan tata kelola. Dimyati menekankan, kontrol sosial yang dilakukan secara objektif dan profesional justru memperkuat kualitas pembangunan.
Ia menambahkan, berbagai persoalan seperti kerusakan infrastruktur, konflik sosial, hingga pelayanan publik yang kurang optimal dapat lebih cepat ditangani ketika pers menjalankan fungsi pemberitaan secara akurat dan beretika.
Sejalan dengan itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menilai pers sebagai garda terdepan penangkal hoaks dan rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang dapat dipercaya. Ia berharap HPN 2026 menjadi momentum penguatan komitmen pers terhadap jurnalisme berkualitas.
“HPN bukan sekadar seremoni. Ini ruang refleksi atas peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara—sebagai penyampai informasi, pendidik publik, pengawas sosial, dan penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ungkap Dewi.
Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten, Lesman Bangun, menyampaikan bahwa Tasyakuran HPN 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HPN di Banten. Kegiatan ini, kata dia, dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers.
“Momentum ini meneguhkan peran pers sebagai pilar demokrasi, pengawal pembangunan, sekaligus penggerak literasi informasi di tengah masyarakat,” pungkas Lesman.
Peringatan HPN 2026 di Banten diharapkan semakin memperkokoh kolaborasi pers dan pemerintah demi terwujudnya pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan publik.
(Red/ckn)








