
SERANG BANTEN || Compaskotanews.com – Sebuah terobosan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul dari wilayah Sukajaya, Kecamatan Pontang. Ir. Hartanto, atau yang akrab disapa Pak Ir, menginisiasi pendirian Dapur Sultan Sukajaya dengan konsep unik yang disebut “Dapur Ekosistem”.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan pesantren, pengelolaan sampah, hingga kemandirian pangan dari hulu ke hilir.

Berbeda dengan dapur umum biasa, Dapur Sultan menyasar pondok pesantren dalam radius 6 km sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Selain santri, kelompok penerima manfaat lainnya mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah tiga tahun (Batita).
“Menunya disesuaikan oleh ahli gizi. Untuk ibu hamil, kadar kalsium dan proteinnya lebih tinggi untuk mencegah stunting sejak dalam kandungan. Sedangkan untuk Batita, kami sediakan makanan lunak,” ujar Pak Ir dalam wawancara eksklusif.
Salah satu keunggulan Dapur Sultan adalah sistem pengelolaan limbahnya. Sampah organik dari sisa dapur akan diolah untuk budidaya maggot, sementara sampah non-organik akan dikelola melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah.
Siswa diajak membawa sampah plastik yang nantinya akan dibeli oleh pihak dapur untuk didaur ulang menjadi produk bernilai guna seperti sapu, paving block, hingga komponen alat listrik.

Untuk menjaga keberlangsungan produksi, Ir. Hartanto menjalin kerja sama langsung dengan petani lokal di wilayah Serang, Pontang, Lebak, hingga Pandeglang. Dengan memiliki petani binaan yang menyuplai padi, timun, dan wortel secara langsung, dapur ini diharapkan tidak memiliki ketergantungan pada supplier luar.
Rencana pembangunan dapur yang ditargetkan rampung dalam 30 hingga 45 hari ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak:
Himpunan Mitra Dapur: Sekjen Himpunan Mitra Dapur Seluruh Indonesia, Pak Anjas, menyebutkan bahwa Banten kini menjadi daya tarik investor MBG karena merupakan penyangga ibu kota dengan basis penerima manfaat yang besar.
Keamanan: Babinkamtibmas, Pak Priyanto, menegaskan kesiapan Polri dalam mengawal pendistribusian makanan agar tepat sasaran dan aman.
Masyarakat: Tokoh masyarakat dan perwakilan BPD Sukajaya, Ibu Badriah, menyatakan bahwa kehadiran dapur ini sangat membantu mengurangi pengangguran lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Dapur Sultan Sukajaya diharapkan menjadiu pilot project bagi implementasi program MBG yang berkelanjutan di Provinsi Banten.
(Ckn/red)






