Remaja 15 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Danau Retensi KP3B Banten

Remaja 15 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Danau Retensi KP3B Banten
Remaja 15 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Danau Retensi KP3B Banten

SERANG, CompasKotaNews.com – Jaka Wijaya (15), remaja yang dilaporkan tenggelam di Kolam Retensi 3 Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), ditemukan meninggal dunia pada Selasa (20/10/2026) petang. Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 18.07 WIB setelah melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Suasana duka menyelimuti keluarga dan teman-teman korban ketika jenazah Jaka berhasil dievakuasi dari kolam. Tangis mereka pecah saat korban diangkat ke daratan. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

Tim SAR Gabungan Kerahkan 20 Personel untuk Pencarian

Dantim Basarnas Banten, Teguh Sulis, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai insiden tenggelamnya Jaka pada pukul 17.19 WIB. Setelah memperoleh informasi tersebut, tim SAR bergerak melakukan pencarian dengan melibatkan 20 personel.

Operasi pencarian dimulai sekitar pukul 18.02 WIB. Petugas menyisir kawasan kolam retensi dengan menggunakan tiga perahu karet dan mengerahkan dua penyelam untuk membantu menemukan korban.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar lima menit setelah pencarian dimulai. Namun, Jaka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban setelah ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara,” kata Teguh saat memberikan keterangan terkait proses evakuasi.

Diduga Tenggelam Setelah Masuk ke Cekungan Dasar Kolam

Berdasarkan informasi yang diterima tim SAR, sebelum kejadian Jaka berada di Kolam Retensi 3 KP3B bersama dua rekannya, Rehan dan Revan. Ketiganya diketahui berenang di lokasi tersebut untuk bermain.

Saat berenang, Jaka diduga mengalami kesulitan setelah memasuki bagian kolam yang dikenal dengan istilah sluping. Bagian tersebut disebut sebagai cekungan pada dasar kolam yang diduga membuat korban kesulitan menyelamatkan diri.

Teguh menjelaskan bahwa posisi korban di bagian kolam tersebut membuat kedua temannya tidak berhasil memberikan pertolongan.

“Si korban masuk ke sluping ini dan tidak bisa diselamatkan oleh teman-temannya,” ujar Teguh.

Setelah upaya penyelamatan oleh teman-temannya tidak berhasil, kejadian itu kemudian dilaporkan kepada petugas. Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan pencarian hingga Jaka ditemukan.

Insiden Tenggelam Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan di Perairan

Peristiwa yang merenggut nyawa remaja berusia 15 tahun tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di kawasan perairan.

Kolam retensi yang digunakan untuk menampung air dapat memiliki karakteristik kedalaman dan kondisi dasar yang berpotensi membahayakan, terutama bagi orang yang berenang tanpa memahami kondisi lokasi.

Masyarakat diimbau untuk tidak berenang di area yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas tersebut serta menghindari lokasi perairan yang kedalaman dan kondisi dasarnya tidak diketahui.

Pengawasan terhadap anak-anak dan remaja saat berada di sekitar kolam, sungai, dan perairan terbuka juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa.

(Bdi/Red)