
SERANG, CompasKotaNews.com – Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten melakukan operasi pencarian terhadap seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang dilaporkan tenggelam di Danau Retensi KP3B, Kota Serang, Banten, Selasa (20 Oktober 2026).
Korban dilaporkan terjatuh ke dalam danau saat sedang menaiki perahu. Hingga laporan kejadian diterima petugas SAR, korban belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.
Informasi mengenai insiden tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dari seorang pelapor bernama Oman pada pukul 17.13 WIB. Berdasarkan keterangan awal, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban diketahui bernama Jaka Wijaya, berusia 12 tahun, yang berasal dari Kampung Pojok Al Barokah, RT 001/RW 002, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran.
Tim SAR Banten Bergerak ke Lokasi Kejadian
Setelah menerima laporan, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.
Pada pukul 17.19 WIB, tim SAR diberangkatkan ke Danau Retensi KP3B untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, korban diduga tenggelam setelah terjatuh dari perahu di tengah danau. Korban disebut tidak dapat berenang sehingga diduga mengalami kesulitan untuk menyelamatkan diri.
Pencarian Korban Masih Berlangsung
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan korban di lokasi kejadian. Operasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan anak tenggelam di kawasan Danau Retensi KP3B, Kota Serang.
Hingga informasi terakhir yang disampaikan dalam laporan awal, keberadaan korban belum diketahui dan proses pencarian masih berlangsung.
Informasi mengenai perkembangan operasi SAR, termasuk hasil pencarian dan proses evakuasi, akan disampaikan berdasarkan keterangan resmi dari petugas yang berada di lapangan.
ConpasKotaNews.com akan terus memantau perkembangan peristiwa tersebut berdasarkan informasi resmi yang tersedia.
(Bdi/Red)


