100 Pimpinan Pesantren Alumni Daar el Qolam & Latansa Berkumpul : Bahas Pesantren Masa Depan, Antara Spiritual, Ekonomi dan Keseimbangan Hidup

100 Pimpinan Pesantren Alumni Daar el Qolam & Latansa Berkumpul: Bahas Pesantren Masa Depan, Antara Spiritual, Ekonomi, dan Keseimbangan Hidup

LEBAK BANTEN || CompasKotaNews.com — Sebanyak 100 pimpinan pesantren yang merupakan alumni Pondok Pesantren Daar el Qolam dan Latansa berkumpul dalam acara penutupan peringatan Hari Santri Nasional. Momentum ini sekaligus menjadi ajang pelaksanaan Seminar Pendidikan dengan tema besar: “Pesantren Masa Depan, dan Masa Depan Pesantren — Potensi dan Tantangan dalam Membangun Peradaban Islam.”

Acara dipimpin langsung oleh para Pengasuh Pondok Pesantren Daar el Qolam dan Latansa: KH. Nahrul Ilmu ‘Arif, KH. Ody Rosihudin, dan KH. Adrian Mafatihul Kareem, yang juga bertindak sebagai pemateri utama. Seminar diperkaya dengan empat materi pokok yang disampaikan oleh para tokoh pesantren dan akademisi, yakni: KH. Prof. Soleh Rosyad, Prof. KH. Ikhwan Hadiyin, Dr. KH. Sulaeman Efendi, dan Dr. KH. Anang Azhari Alie.

Dalam seminar tersebut, disampaikan pesan penting bahwa pesantren masa depan tidak boleh hanya menekankan pada pendidikan spiritual semata. Langkah strategis yang harus diperkuat adalah pembangunan ekonomi pesantren, baik dari sisi input maupun output, yang disajikan secara aktual dan berkualitas. Pesantren dipandang memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem ekonomi, di dalam maupun di luar lingkungan pondok. Segala sumber daya yang ada harus dikelola dengan kreativitas dan produktivitas, sekecil apa pun potensinya.

Selain penguatan ekonomi, pesantren juga diingatkan untuk senantiasa menjaga keseimbangan pendidikan jasmani dan ruhiyah. Keseimbangan ini penting agar seluruh komponen di lingkungan pesantren — pimpinan, asatidz, maupun santri — dapat menjalani kehidupan yang utuh, dengan nilai-nilai luhur yang tertanam kuat dalam setiap perilaku dan langkah kehidupan sehari-hari.

Salah satu materi yang juga mendapat perhatian khusus adalah peran jalan tarekat di dunia pesantren. Dalam pandangan para pemateri, tarekat memiliki kedudukan penting untuk dipahami dan diajarkan kepada santri. Melalui pemahaman tarekat, santri diajak mengenal hakikat hidup, sehingga mampu menjaga kebersihan iman dan Islamnya, hingga mencapai derajat ihsan — di mana setiap amal dan usaha yang dilakukan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.

Acara ini disambut antusiasme yang sangat tinggi oleh seluruh pimpinan pesantren yang hadir. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan, agar senantiasa hadir semangat dan motivasi baru bagi dunia pesantren, khususnya bagi pesantren-pesantren yang masih dalam masa merintis dan berkembang.

(CKN/Red)