Mengapa Setiap Bayi yang Dilahirkan Didunia Ini Hampir Semua Rata Rata Menangis, Bukan Tertawa?

Mengapa Setiap Bayi yang Dilahirkan Didunia Ini Hampir Semua Rata Rata Menangis, Bukan Tertawa?

Serang Kota || Comakotanes.com –
Setiap kali seorang bayi dilahirkan ke dunia, yang terdengar pertama kali bukanlah tawa, melainkan tangisan yang memecah keheningan. Banyak orang bertanya-tanya: mengapa mereka datang ke dunia dengan air mata, bukan dengan senyum? Mungkin ada yang beranggapan seakan mereka menyadari bahwa kehidupan di dunia ini bukanlah tempat yang mudah, tempat di mana kita harus senantiasa berjuang menemukan kebenaran di tengah samar-samarnya jalan yang kita tempuh.

Namun Islam telah memberikan penjelasan yang jauh lebih dalam dan jelas mengenai hikmah di balik tangisan pertama tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

“Tidak ada seorang pun anak Adam yang dilahirkan kecuali akan disentuh oleh setan ketika dilahirkan, sehingga ia menangis karena sentuhan setan itu, kecuali Maryam dan anaknya (Isa).”
(HR. Bukhari no. 3431 dan Muslim no. 2366)

Dari hadis tersebut kita memahami bahwa tangisan bayi bukan sekadar reaksi fisik semata, melainkan pertanda bahwa sejak saat pertama kali manusia hadir di dunia, ia sudah berada dalam medan pertempuran antara kebaikan dan godaan yang senantiasa diupayakan oleh setan. Tangisan itu adalah pengingat bahwa hidup ini adalah ujian, dan kita memulainya dengan kesadaran bahwa ada musuh yang tak terlihat yang berusaha menyesatkan kita sejak awal kelahiran.

Adapun pengecualian terhadap Maryam dan putranya, Nabi Isa a.s., sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut, berkaitan dengan doa yang dipanjatkan oleh ibunda Maryam, istri Imran, yang tercatat dalam firman Allah SWT:

“Dan sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu, untuk dia dan keturunannya, dari gangguan setan yang terkutuk.”
(QS. Ali Imran: 36)

Hal ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: setiap anak yang lahir ke dunia adalah amanah, dan peran orang tua sangatlah penting untuk senantiasa memohon perlindungan Allah bagi anak-anak mereka dari gangguan setan. Biarlah tangisan pertama itu menjadi pengingat bagi kita semua — bahwa perjuangan mencari kebenaran dimulai sejak saat kita dilahirkan, dan kekuatan untuk tetap teguh bukanlah berasal dari diri sendiri, melaiinkan dari pertolongan Allah Yang Maha Melindungi. Semoga kita dan keturunan kita senantiasa dalam lindungan-Nya.

Oleh:Toni firdaus