
Iran Tegaskan Tak Ada Pilihan Selain Membalas Serangan, Sampaikan Pesan Keras ke Negara‑Negara Teluk
CompasKotaNews.com – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyerukan pesan tegas kepada para pemimpin di kawasan Teluk Arab, menyatakan bahwa negaranya terpaksa mengambil langkah balasan setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran sekaligus menjelaskan posisi Iran dalam konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Dalam beberapa unggahan berbahasa Arab dan Persia di platform media sosial X, Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintah Iran sejatinya berusaha menghindari konflik melalui jalur diplomasi. Namun, menurutnya, respons militer menjadi jalan terakhir yang harus ditempuh Teheran setelah serangkaian serangan eksternal yang dianggap agresif.
“Kami selalu menghormati kedaulatan tiap negara tetangga,” ujar Pezeshkian dalam unggahan resminya, menambahkan bahwa Iran berharap keamanan regional bisa dibangun bersama melalui kerja sama kolektif antarnegara di Teluk.
Reaksi Qatar dan Ketegangan yang Meningkat
Respons Presiden Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan beberapa negara Teluk, khususnya Qatar. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, melalui pernyataan resmi menolak klaim Iran yang menyatakan bahwa serangan militer hanya menargetkan kepentingan AS di wilayah mereka.
Menurut pernyataan kementerian luar negeri Qatar, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah area sipil dan infrastruktur penting di negara tersebut — termasuk wilayah sekitar Bandara Internasional Hamad dan kawasan industri gas alam — mengalami kerusakan akibat dampak serangan. Qatar menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.
Iran dan Strategi Keamanan Kawasan
Pezeshkian juga menyampaikan keyakinannya bahwa keamanan di kawasan Teluk tidak bisa hanya dilakukan secara unilateral, melainkan membutuhkan kerja sama yang lebih luas antara negara‑negara di wilayah tersebut. Pernyataan ini dimaksudkan untuk mendorong dialog regional sekaligus memperjelas posisi Iran di tengah konflik yang tengah berlangsung.
Situasi ini mencerminkan dinamika geopolitik yang terus berubah di kawasan Teluk Arab, di mana negara‑negara tetangga kini berada dalam posisi sulit antara menegakkan kedaulatan nasional dan meredam ketegangan yang bisa meningkat menjadi konfrontasi yang lebih luas. (Red/CKN)